Masyarakat dari Enam Desa di Lingkar Tambang Gelar Aksi Dukungan Terhadap Hadirnya PT Win
KONAWE SELATAN, DETIKSULTRA.COM – Masyarakat yang berasal dari enam desa di lingkar tambang turun ke jalan melakukan aksi pada Rabu (27/8/2025). Mereka memberikan dukungan terkait aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang berada di Desa Torobulu.
Aksi tersebut dilakukan atas dukungan terhadap kehadiran investor di wilayah mereka karena telah terbukti membawa dampak positif dan kontribusi nyata di enam desa lingkar tambang yakni Labokeo, Wonua Kongga, Wowonua, Paraasi, Mondui dan Torobulu.
Salah satu massa aksi, Agus Tinus mengatakan meminta masyarakat agar tidak termakan isu-isu yang beredar di media sosial terkait informasi miring terhadap PT WIN.
“Jangan terpengaruh dengan isu-isu oknum yang ingin merusak di kampung, kita harus bersatu mempertahankan investor yaitu PT WIN yang telah terbukti berkontribusi nyata bagi masyarakat lingkar tambang,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Femrin mengatakan, kehadiran PT WIN adalah berkah oleh masyarakat di enam desa yang berada wilayah lingkar tambang, sehingga dengan berhentinya PT WIN, ratusan masyarakat sangat dirugikan karena penghasilan mereka terhenti.
“Kami masyarakat lingkar tambang mendukung kembalinya beraktifitas PT WIN, karena banyak masyarakat menggantungkan hidup mereka di perusahaan.
Tal hanya itu, salah satu warga Torobulu, Kaisar mengatakan, sangat mendukung aktivitas PT WIN dilahan miliknya.
“Saya selaku warga Desa Torobulu sekaligus pemilik lahan mendukung aktivitas PT WIN di lahan saya”, ujarnya.
Menanggapi aksi ribuan masyarakat lingkar tambang, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT WIN, Nur Iman, menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang menginginkan perusahaan kembali beraktivitas.
Namun perusahaan tidak serta merta mengabulkan permintaan ini, melainkan akan terlebih dahulu berkoordinasi lintas sektoral, agar kedepannya tidak ada lagi kendala.
Ia melanjutkan, penghentian sebelumnya dilakukan lantaran adanya protes dari masyarakat, ihwal aktivitas penambangan PT WIN di lokasi masyarakat.
Padahal, penambangan itu berdasarkan kesepakatan kedua bela pihak, pemilik lahan dan perusahaan. Kerja sama ini pun dilatarbelangi dengan penandatanganan perjanjian kerja sama atau Memorandum Of Understanding (MoU).
“Historinya itu, diawali saat pihak sekolah minta ke perusahaan untuk bagaimana meratakan tebing di belakang sekolah, saat berjalan itu tiba-tiba ada gejolak dari organisasi diluar. Begitu pula lahan warga yang perusahaan kerjakan, itu diprotes sebagaian kecil masyarakat yang bukan pemilik lahan, makanya kami hentikan aktivitas,” katanya.
Namun dengan adanya perminyaan besar-besaran dari masyarakat, T WIN akan mempertimbangkan kembali untuk beraktivitas.
Perihal kontribusi perusahaan ke daerah lingkar tambang, Nur Iman menyampaikan selama ini perusahaan terus memberikan apa yang menjadi permintaan masyarakat.
Bahkan kata dia, PT WIN selalu memberi ruang bagi masyarakat yang tidak bekerja di perusahaan, untuk membuat suatu usaha bisnis yang dimodali oleh perusahaan.
“CSR kami bukan hanya pada bantuan sembako, tapi juga menyasar bantuan pembuatan drainase, dan lainnya. Terbaru, kelompok masyarakat ajukan pembuatan karamba ikan, dan itu sudah kami fasilitais. Dengan adanya karamba, ini juga, menepis isu dugaan pencemaran lingkungan, buktinya ikan-ikan disana tidak mati,” tukasnya. (bds)
Reporter: Sainal
Editor: Wulan







