Konawe Selatan

Diduga Tak Transparan Umumkan Perekrutan Calon Relawan, SPPG Desa Puao Konsel Didemo Warga

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Desa Puao Bersatu (AMDPB) gelar demonstrasi di Kantor Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Puao, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (10/3/2026). Aksi unjuk rasa ini dipicu gelombang kekecewaan warga terhadap proses perekrutan calon relawan SPPG Desa Puao yang dinilai tertutup dan tidak transparan.

Menurut para pendemo, SPPG Desa Puao mengumumkan hasil perekrutan relawan SPPG dianggap sepihak. Mestinya dibuka atau diumumkan terbuka, supaya khalayak banyak tahu siapa-siapa relawan yang di loloskan dalam seleksi calon relawan SPPG sebelumnya.

“Pengumuman terhadap calon relawan dianggap sepihak dan tidak profesional, yang dimana hanya lewat WhatsApp Grub (WAG),” kata salah satu pendemo.

Karena ketidaktransparan ini, pendemo meminta Koordinator Wilayah SPPG Konsel untuk mengganti Kepala SPPG Desa Puao, Rivaldi mundur dari jabatannya.

“Apabila tuntutan kami tidak dilaksanakan, maka SPPG yang ada di Desa Puao kami tutup,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dapur SPPG Desa Puao, Rivaldi mengatakan, secara teknis tidak ada yang secara spesifik mengatur pengumuman hasil seleksi relawan SPPG harus diumumkan terbuka.

Pengumuman hasil seleksi relawan SPPG, kata dia, tergantung kebijakan dari Kantor Dapur SPPG bersangkutan.

“Pada saat mereka (Calon Relawan) di wawancarai, kami sudah jelaskan, kalau misalkan nanti hasil pengumumannya itu dikirimkan notifikasinya baik lewat SMS, di WhatsApp atau di telepon langsung, dan kalau dia dapat itu berarti lulus, Kalau dia tidak dapat berarti dinyatakan tidak lulus,” katanya.

Rivaldi juga menyatakan, dalam proses perekrutan dibuka terbuka, profesional, dan transparan untuk seluruh masyarakat Kecamatan Angata, dan dia pastikan tidak ada permintaan uang pada calon relawan agar diluluskan.

“Tidak ada itu (permintaan uang), bahkan kami SPPG memprioritaskan masyarakat Desa Puao dalam perekrutan ini, dari 47 orang yang direkrut dan lulus, sebanyak 25 orang itu masyarakat di Desa Puao, sisanya dari beberapa desa di Kecamatan Angata,” tukasnya. (bds)

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button