Dorong Ekonomi Sirkular, Sultra Optimalkan Limbah Slag Nikel Jadi Produk Bernilai
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor industri melalui pendekatan ekonomi sirkular. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Rapat Koordinasi yang membahas pemanfaatan limbah industri, khususnya slag nikel, sebagai sumber daya alternatif bernilai tambah. Langkah ini sebagai upaya bersama dengan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, serta Ketua Forum IKM-UMKM Sulawesi Tenggara.
Kepala Disperindag Sultra, Sukanto Toding, menekankan bahwa slag nikel memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan baku produk konstruksi. Pemanfaatan ini dinilai tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga menjadi solusi inovatif dalam mendukung praktik industri yang berkelanjutan.
“Pemanfaatan limbah industri seperti slag nikel harus dilihat sebagai peluang, bukan sekadar sisa produksi. Ini bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku IKM dan UMKM untuk menciptakan produk bernilai ekonomi,” ujarnya saat ditemui di kantornya.
Program ini juga menjadi bagian dari agenda pelatihan sektor industri tahun 2026, yang difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah melalui pendekatan inovatif berbasis potensi lokal.
Melalui pelatihan dan bimbingan teknis, pelaku IKM diharapkan mampu mengolah slag nikel menjadi berbagai produk konstruksi seperti batako, paving block, hingga lapis pondasi jalan. Selain aspek ekonomi, perhatian terhadap lingkungan juga menjadi fokus utama.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah yang tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem.
“Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Forum IKM-UMKM Sulawesi Tenggara yang melihat program ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta memperluas peluang usaha berbasis inovasi.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antarinstansi dan pelaku industri dalam mempercepat transformasi sektor industri di Sulawesi Tenggara,” kata Sukanto.
Tambahnya, transformasi ini tidak hanya lebih produktif dan efisien, tetapi juga mampu berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Dengan optimisme yang tinggi, pemerintah daerah meyakini bahwa pemanfaatan slag nikel akan membuka jalan baru bagi pengembangan industri berbasis sumber daya lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (cds)
Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan







