Metro Kendari

DPRD Kendari Telusuri Aduan Warga soal Akses Jalan di Kali Mandonga

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Komisi I dan Komisi III DPRD Kota Kendari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) menindaklanjuti surat aduan dari tim advokat Rusdin and Partner terkait dugaan penutupan jalan umum di sekitar Kali Mandonga.

RDP yang berlangsung di ruang aspirasi Sekretariat DPRD Kendari, dipimpin Ketua Komisi I, Zulham Damu, bersama Sekretaris Komisi III, Muslimin, serta sejumlah anggota dewan lainnya, di antaranya Syamsuddin Rahim, Nasaruddin Saud, Jumran, dan Gilang Satya Witama.

Sejumlah instansi turut hadir, antara lain Dinas PUPR, Satpol PP, Bagian Hukum Setda Kendari, Pertanahan, Camat Mandonga, lurah setempat, serta pihak pelapor Khairul Qamar. Namun, dalam pertemuan tersebut sebagian besar peserta mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi jalan yang dimaksud dalam laporan.

Menanggapi hal itu, Zulham Damu memutuskan untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Dari hasil kunjungan, terungkap bahwa aduan tersebut bukan soal penutupan jalan, melainkan permintaan pembukaan akses jalan baru.

“Setelah kami cek langsung, ternyata yang dimaksud masyarakat adalah kebutuhan pembukaan akses jalan, bukan penutupan,” jelas Zulham, Selasa (26/08/2025).

Ia menegaskan, temuan ini akan menjadi bahan pembahasan pada RDP lanjutan yang segera dijadwalkan. Semua pihak terkait akan kembali diundang untuk merumuskan solusi terbaik dengan mempertimbangkan aspek hukum, teknis, dan sosial.

“Tujuan kami mencari jalan keluar yang adil dan memberi manfaat bagi warga sekitar,” tambahnya.

DPRD Kendari memastikan setiap aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius. Dengan adanya langkah peninjauan lapangan ini, dewan berharap polemik akses jalan di Kali Mandonga segera menemukan titik terang dan dapat menjawab kebutuhan warga. (bds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Biyan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button