Metro Kendari

Universitas Muhammadiyah Kendari Gelar Pelatihan Bahasa Inggris Standar Internasional untuk Alumni

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Tim pengabdian kepada masyarakat, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari) yang dipimpin oleh Faridawati, S.Pd., M.Pd. melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program bertajuk “Unlocking Global Future: Pelatihan Bahasa Inggris Standar Internasional untuk Alumni Berdaya Saing Global”. Program ini bertujuan membekali alumni dengan keterampilan bahasa Inggris yang sesuai standar internasional, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan global di dunia kerja maupun pendidikan lanjut.

Kegiatan yang digelar pada 10-13 September 2025 ini diikuti alumni Universitas Muhammadiyah Kendari. Para peserta memperoleh pembekalan materi serta strategi dalam menghadapi tiga jenis tes internasional yang saat ini banyak digunakan, yaitu toefl, duolingo english test, dan ielts.

Materi pelatihan dirancang agar alumni memahami format, jenis soal, serta strategi pengerjaan ketiga tes tersebut. Pemateri menjelaskan perbedaan mendasar antara toefl, duolingo, dan ielts, baik dari segi keterampilan yang diuji maupun kebutuhan penggunaannya.

“Toefl banyak dibutuhkan sebagai syarat akademik, ielts umumnya dipakai untuk studi dan migrasi ke negara-negara berbahasa Inggris. Sementara duolingo mulai populer karena lebih fleksibel dan terjangkau. Dengan pemahaman ini, peserta dapat memilih tes sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelas Faridawati, S.Pd.,M.Pd., Ketua tim pengabdian dan juga dosen Pendidikan Bahasa Inggris yang menjadi narasumber kegiatan.

Selain penjelasan teori, peserta juga mengikuti latihan soal dan simulasi ujian. Hal ini membuat mereka lebih terbiasa dengan format tes serta dapat mengukur kemampuan secara langsung.

Peserta pun menyambut positif kegiatan ini. Salah satu alumni, Jenny, mengaku terbantu dengan adanya pelatihan tersebut.

“Saya selama ini hanya mendengar sekilas tentang TOEFL dan IELTS, tetapi belum tahu perbedaannya. Di sini kami tidak hanya belajar cara mengerjakan soal, tapi juga memahami tes mana yang lebih sesuai dengan tujuan saya. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan sekaligus memotivasi,” ujarnya.

Alumni lain, Rusmanto, mengaku bahwa sesi simulasi menjadi pengalaman berharga.

“Biasanya kalau belajar sendiri terasa membingungkan, tapi di sini pemateri memberi strategi yang praktis. Saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba ujian resmi nantinya,” tuturnya.

Diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurut ketua pelaksana, Faridawati, S.Pd., M.Pd, pelatihan ini diharapkan bisa menjadi bekal nyata bagi alumni untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami ingin alumni UMKendari bisa lebih siap bersaing. Dengan pelatihan ini, mereka tidak hanya tahu format ujian, tetapi juga memiliki strategi yang tepat. Harapannya, alumni dapat meraih skor tinggi baik pada toefl, duolingo, maupun ielts, sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing,” jelasnya.

Para dosen yang terlibat dalam pengabdian ini menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa. Pelatihan bahasa Inggris berstandar internasional dinilai relevan dengan kebutuhan zaman, terutama bagi generasi muda yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri atau bekerja di perusahaan multinasional.

“Kegiatan seperti ini semoga terus berlanjut, bahkan bisa dikembangkan ke lingkup yang lebih luas, misalnya melibatkan mahasiswa aktif maupun masyarakat umum. Dengan begitu, dampaknya tidak hanya dirasakan alumni, tetapi juga lebih banyak pihak yang bisa terbantu,” tambah Muflihun, S.Pd.,M.Sc.TESOL.

Melalui program Unlocking Global Future, dosen UMKendari menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi alumni. Dengan bekal pemahaman dan keterampilan menghadapi tes internasional, alumni diharapkan mampu membuka peluang baru, baik dalam bidang akademik maupun profesional, sehingga lebih siap bersaing di kancah global.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakta ini juga dibantu tim pengabdian yaitu Eko Saputra Nurdiansah, S.Pd.,M.Pd., dan 3 mahasiswa Wahyu, Putri Sahira dan Srirahayu. (**)

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button