Metro Kendari

LKPJ 2025 Diserahkan, Wali Kota Kendari Beberkan Capaian dan PR Besar Kota

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di DPRD Kota Kendari, Senin (30/3/2026).

Dalam pemaparannya, Siska Karina Imran menegaskan, penyampaian LKPJ ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 yang mengharuskan kepala daerah melaporkan kinerja maksimal tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

“LKPJ ini menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi DPRD untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujarnya.

Dari sisi keuangan, Pemkot Kendari mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp1,57 triliun atau 92,05 persen dari target. Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp409,5 miliar, transfer pusat Rp1,13 triliun, dan pendapatan sah lainnya Rp34,4 miliar.

Sementara itu, realisasi belanja daerah berada di angka Rp1,49 triliun atau 89,43 persen. Belanja operasional mendominasi dengan capaian Rp1,23 triliun, sedangkan belanja modal masih di angka Rp260,9 miliar atau 72,51 persen.

Secara makro, kinerja ekonomi Kota Kendari menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,6 persen, naik dari 4,81 persen tahun sebelumnya, dengan inflasi terkendali di angka 2,96 persen.

Capaian membanggakan juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menyentuh 86,36 poin. Angka ini menempatkan Kendari di peringkat ke-6 nasional. Pendapatan per kapita masyarakat pun meningkat menjadi Rp85,16 juta per tahun.

Meski gini rasio menurun dari 0,36 menjadi 0,350 poin menandakan ketimpangan makin mengecil tingkat pengangguran terbuka justru naik dari 5,67 persen menjadi 5,91 persen.

Siska mengakui, peningkatan ini dipengaruhi urbanisasi dari daerah sekitar serta belum optimalnya penataan wilayah dan penciptaan lapangan kerja. Pemkot telah menyiapkan berbagai langkah seperti pelatihan tenaga kerja, dorongan investasi, hingga penguatan UMKM.

Sepanjang 2025, pembangunan fisik juga terus dikebut. Pemkot mencatat peningkatan dan rehabilitasi jalan sepanjang 20,98 km di 23 ruas, serta pembangunan jalan lingkungan mencapai 32,58 km. Luas kawasan kumuh berhasil ditekan menjadi 534,11 hektare atau turun 13,66 persen. Selain itu, pembangunan drainase dan revitalisasi sungai sepanjang 10,65 km dilakukan untuk mengatasi banjir. Fasilitas publik turut diperkuat lewat pembangunan kantor Dinas Perhubungan dan gedung perpustakaan kota.

Di balik capaian tersebut, Pemkot Kendari mengakui masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam penanganan sampah, banjir, dan penataan kota.

Prioritas 2026 diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan hidup, perbaikan drainase, pengelolaan persampahan, hingga revitalisasi ruang terbuka hijau.

Dalam kesempatan itu, Siska juga mengungkapkan kabar membanggakan. Kota Kendari ditunjuk sebagai tuan rumah UCLG ASPAC 2026 yang akan digelar pada 7–9 Mei mendatang. Sekitar 250 delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dijadwalkan hadir dalam forum internasional di bawah naungan PBB tersebut.

“Ini menjadi bukti bahwa Kendari semakin diakui di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Menutup laporannya, Siska menegaskan komitmen Pemkot Kendari untuk terus mendorong pembangunan berbasis inovasi dan kolaborasi.

Target besarnya adalah menjadikan Kendari sebagai kota yang layak huni, maju, berdaya saing, serta berkelanjutan, dengan pelayanan publik yang semakin optimal hingga tingkat kelurahan. (cds)

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button