Hukum

Kasus Aniaya Kepala Bapenda Sultra Berakhir Damai, Alfin Cabut Laporan

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kasus aniaya yang menjerat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Yusuf Mundu berakhir damai.

Alfin Pola, aktivis Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) yang diduga menjadi korban aniaya, telah mencabut laporan di polisi.

Alfin Pola saat dimintai keterangannya menjelaskan bahwa alasan dirinya mencabut laporan, karena dia menghargai orang-orang yang dinilai berada dibelakang Yusuf Mundu. Ada tiga nama yang disebutkan, ketiganya adalah tokoh yang ada di Sultra.

“Pak Anton Timbang, Lukman Abunawas dan Anto Emba. Saya rasa hanya itu alasannya. Saya anggap mereka sebagai orang tua. Arahan mereka kita selesaikan secara kekeluargaan,” kata Alfin saat ditemui pada Sabtu (13/11/2021).

Dia juga mengaku, pencabutan laporan tersebut murni dilakukan karena pertimbangan hati nurani.

“Seiring berjalannya waktu, teman-teman semua sepakat kita cabut laporan,” jelasnya.

Kepala Bapenda Sultra, Yusuf Mundu, usai menjalani panggilan keduanya enggan berkomentar banyak.

“Saya ikuti proses hukum. Nanti tanya penyidiknya, saya tidak bisa memberikan informasi,” singkatnya.

Selain itu, Kapolsek Poasia, AKP Muh. Salam saat ditemui membenarkan bahwa terlapor dan pelapor telah sepakat berdamai.

“Untuk pencabutan laporan itu, kami akan proses selanjutnya. Pelapor mengaku tidak diintervensi dan secara suka rela menyelesaikannya secara kekeluargaan. Semua sudah sesuai prosedur,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian telah menetapkan status tersangka kepada Yusuf Mundu atas dugaan penganiayaan kepada Ketua GPMI Sultra, Alfin Pola.

 

Reporter: Erik Lerihardika
Editor: Via

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button