HeadlineMetro Kendari

Wabah PMK Serang 26 Ekor Hewan Ternak di Sultra

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini telah menyerang sebanyak 26 hewan ternak berupa sapi dan kambing di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sub koordinator Keswan, Kesmavet dan Pasca Panen, Distanak Sultra, drh. Sangia Muldjabar mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan lab terakhir, ditemukan dampak ini terjadi di salah satu kabupaten tepatnya di Kolaka Timur (Timur).

“Kejadiannya itu tepatnya di Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, dan ditemukan berdasarkan hasil lab sebanyak 26 ekor hewan ternak terdampak terdiri dari 22 ekor sapi dan 4 ekor kambing,” katanya ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/2/2023).

Lebih lanjut, atas kejadian tersebut maka Pemkab Koltim langsung mengambil langkah dengan terjun langsung ke lapangan dalam rangka mengonfirmasi sekaligus memeriksa kondisi hewan yang positif PMK.

Kemudian dilakukan isolasi terhadap hewan sakit dengan cara memisahkan hewan terkena PMK dan yang masih sehat. Selain itu, dalam memulihkan hewan ternak tersebut diberi obat-obatan, penyemprotan disinfektan dan pembatasan lalu lintas ternak.

“Jadi Pemkab Koltim bahkan sudah sampai mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan dan juga dilakukan vaksinasi hewan ternak, karena obatnya hanya vaksinasi saja,” imbuhnya.

“Untuk itu kami dari provinsi bersama pemerintah kabupaten terus memberikan sosialisasi serta vaksinasi untuk hewan yang sehat dan pengobatan bagi hewan yang sakit,” tambahnya.

Sangia menjelaskan, agar kasus ini tidak menyebarluas ke kabupaten kota lainnya maka Pemprov Sultra mengimbau agar seluruh daerah melakukan pengawasan ketat lalu lintas ternak.

Namun hal ini sulit dilakukan karena terkendala beberapa hal seperti antar kabupaten itu tidak memiliki cek point atau pos dalam melakukan pemeriksaan.

Kedua, banyak yang melalulintaskan ternaknya melalui jalur tikus atau bukan lewat jalan poros lintas kabupaten kota.

Solusi dari Pemprov Sultra saat ini adalah mempercepat vaksinasi di daerah se-Sultra, karena dengan vaksinasi akan memunculkan kekebalan antibodi ternak terhadap virus yang menyerang.

Kemudian sepanjang tahun 2022 sudah mendistribusikan disinfektan ke kabupaten kota dan khusus di tahun 2023 lebih fokus pada pendistribusian obat-obatan antara lain vitamin, anti biotik, obat cacing dan antihistamin.

“Atas kejadian PMK yang terus bertambah, harapannya masyarakat secara mandiri dan sadar mau melakukan vaksinasi kepada hewan ternaknya,” tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data terakhir 11 Februari 2023, total vaksinasi di Sultra sebanyak 93.398 ekor dengan persentasi mencapai 100 persen. (ads)

 

Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Biyan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button