KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Riswan (13) anak yang diterkam buaya di Sungai Poleang, Desa Teppo, Kabupaten Bombana, Kamis 23 April 2020 kemarin, ditemukan sudah tidak bernyawa.
Hal ini diungkapkan oleh Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, dalam rilis resmi yang diterima Detiksultra.com, Jum’at (24/4/2020).
Kata Wahyudi korban ditemukan oleh Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan dengan kondisi tubuh yang masih utuh, meski korban sudah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Pada pukul 06.00 Wita Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi SAR hari ke dua. Setelah kurang lebih lima jam pencarian, akhirnya Tim SAR menemukan korban dalam meninggal dunia,” jelas dia.
BACA JUGA:
- Kejaksaan Vs Polri Sedang Diuji Dalam Keadilan Institusi Hukum Lewat Lensa Analisis Game Theory(teori permainan)
- Dilaporkan Istrinya di Polda Sultra Soal Kasus Dugaan Perzinaahan, Sekda Konsel Akui Selingkuh
- Terima Kajian Komnas HAM, Kementerian ATR/BPN Perkuat Penanganan Konflik Agraria Berbasis HAM
Usai korban ditemukan, tambah Wahyudi, Tim SAR kemudian menyerahkan korban ke pihak keluarga, untuk dilakukan proses pemakaman.
“Dengan ditemukannya korban tersebut, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” tukasnya.
Sebelumnya, warga sekitar digegerkan dengan hilangnya seorang bocah pelajar Madrasah Tsanawiyah yang diduga kuat diterkam buaya di Sungai Poleang, Desa Teppo.
Warga bersama aparat kepolisian daerah itu kemudian menisir area bantaran kaliuntuk mencari bocah tersebut, hingga kemudian Tim SAR turun tangan dan menemukan jenazah korban.
Reporter: Sunarto
Editor: Dahlan







