Orang Tua Balita Protes SPPG Napano Kusambi, Tuding Sajikan Tulang Ayam di Menu MBG
MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Salah seorang warga Desa Lahaji, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Yuliana, melayangkan aksi protes terhadap pembagian menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan terhadap anaknya kategori balita yang berusia 2 tahun. Pemberian menu MBG tersebut pada Senin (9/2/2026) yang berisi nasi, ayam goreng kecap, sayur buah pepaya campur kacang panjang, tahu dan sepotong buah semangka diantarkan langsung di rumahnya.
Namun dalam menu MBG tersebut, Yuliana melakukan komplain terhadap salah satu menu yang ada, yakni potongan daging ayam yang dinilainya hanya berisi tulang. Hal itu dilakukan sambil merekam menu. Ia juga menyoroti sayur menu MBG dari buah pepaya.
Kemudian video tersebut ia posting di media sosial facebook hingga mendapatkan beragam komentar dari warganet. Dalam video tersebut, orang tua balita mempertanyakan kualitas daging ayam tersebut apakah sisa, karena diberikan hanya tulang hingga ia mempertanyakan isi dari potongan ayam tersebut.
“Ini ayamnya sisa kah, MBG ini dikasih tulangnya, di mana isinya ini ayam. Kenapa hanya dikasih tulang saja, MBG apa begini,” ucapnya dalam video tersebut.
Selain itu, di kolom komentar pemilik akun facebook bernama Hasliani Wa Ode Anhy- Anhy mengatakan “Ini MBG bisa juga merusak mentalnya anak2,, pasti anak2 berpikiran d kasih daging sisa,, maunya kalau daging tdk ad me isinya jgn d kasih ke anak2,, meningan d kasih juga telur satu butir dari pada d kasih daging begituan” tulisnya.
Komentar lainnya juga datang dari Try Atma ia mengungkapkan “Pokoknya sekarang mereka manfaatkan mmng mau untung banyak jd mereka isi mi sembarang kayak tdk di perhatikan mending di yang kan sj kalau bgt” sindirnya.
Pemilik akun Tendean Ode Naane juga turut berkomentar “Komplain langsung d mesnya cari itu yg tangani mbg,, jangan terlalu banyak ambil ke untungan,” tulisnya.
Yuliana mengaku kejadian tersebut bukan hanya kali ini namun sudah termasuk kedua kalinya. Hanya saat itu ia tidak mempermasalahkannya.
Ia mengaku geram dengan ulah karyawan MBG yang tidak memperhatikan kualitas dan standarisasi menu MBG yang diberikan terhadap anaknya.
“Saya sakit hati juga, soalnya bukan hanya kali ini terjadi. Waktu itu juga pernah terjadi tapi saya tidak komplain. Tapi waktu hari Senin setelah saya komplain ada karyawan MBG datang ke rumah bawakan lagi MBG dengan menu yang sama dan menyarankan agar tidak memposting terlebih dahulu jika ada menu seperti yang dipermasalahkan,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, ia juga pernah menyoroti pengambilan MBG yang ditempatkan di balai desa. Ia menilai seharusnya MBG tersebut langsung diantarkan ke rumah masing-masing karena memiliki anggaran operasional.
“Saya pernah juga komplain soal pembagian menu MBG diambil di balai desa tapi sekarang sudah diantarkan di rumah,” terangnya.
Ia menginginkan pihak manajemen SPPG Napano Kusambi agar memperbaiki pelayanannya agar berhati-hati dalam menyortir menu MBG yang akan dibagikan kepada penerima manfaat.
Akibat kejadian ini, SPPG Napano Kusambi kembali menambah daftar buruknya kualitas MBG yang dibagikan terhadap para penerima manfaat. Sebelumnya para orang tua siswa juga menemukan kasus di menu MBG di antaranya apel busuk dan buah pisang yang kurang masak atau pekat.
Sementara itu, Kepala SPPG Napano Kusambi, Salim, saat ditemui di kantornya tidak mau berkomentar banyak. Saat wartawan menginformasi soal temuan orang tua balita terkait potongan daging ayam yang hanya memiliki daging tidak utuh dan terlihat di dominasi oleh tulang, Salim hanya berkata bahwa pihaknya sudah konfirmasi terhadap orang tua balita yang melakukan komplain. Ia juga terlihat tersulut emosi saat diambil gambarnya.
“Ko foto apa itu, jangan begitu ini privasi,” ucapnya dengan nada tinggi.
Ia mengaku sudah melakukan konfirmasi terhadap orang tua balita penerima manfaat.
“Saya tidak ada waktu. Kita sudah konfirmasi sama yang komplain,” singkatnya, Rabu (11/2/2026).
Usai menjawab pertanyaan wartawan, Salim langsung berdiri dan berkata “saya masuk dulu di dalam” sembari mengatakan “tidak ada surat perintah toh”. (bds)
Reporter: La Ode Darlan
Editor: Wulan







