Kunjungi Jerman, Wali Kota Kendari Bersua dengan Dokter Jantung Asal Indonesia

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Rombongan delegasi Sultra yang dipimpin Gubernur Ali Mazi saat menghadiri undangan di RS NRW Bad Oeynhausen Jerman, mendapatkan cerita yang menarik.
Wali Kota Kendari, H Sulkarnain K melalui pesan singkatnya menerangkan bahwa seluruh rombongan sangat antusias ketika bertemu dengan seorang Dokter Ahli jantung berdarah Indonesia yang sudah bertugas di Jerman sejak 10 tahun lalu.
“Namanya dokter Nafilah, sejak menyelesaikan pendidikan S1 Kedokteran di Indonesia beliau langsung berangkat ke Jerman untuk mengambil spesialis jantung,” ujarnya Selasa (16/12/2019).
Sulkarnain mencerikan, pertemuannya bersama dokter berhijab ini, dalam kesempatan tersebut mempertanyakan alasan dr Nafilah memilih Jerman?
“Beliau menjawab dengan senyum bahwa Jerman tempat Ahli Jantung di Dunia, bahkan pak Habibie dan Ibu Ainun pun pernah berobat di tempat beliau bertugas saat ini,” terangnya.
BACA JUGA :
- PNM Tanam 29.000 Pohon dan Salurkan Bantuan Sosial di 58 Cabang
- Dituding Selewengkan Dana Hibah Rp2 Miliar, Univeristas Mandala Waluya Kendari Tegaskan Hanya Terima Barang
- Inflasi Sultra Mei 2026 Capai 4,07 Persen
- Perkuat Kinerja, BKKBN Sultra Lantik dan Ambil Sumpah Delapan Pejabat Fungsional
- Tujuh Bulan Tanpa Kejelasan, LBH HAMI Desak Polres Bombana Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan di Desa Balasari
Orang nomor satu di Kendari menceritakan bahwa ada kisah menarik selama dokter asal Indonesia ini bertugas di Jerman seperti Nafilah menjadi satu-satunya dokter yg berbusana muslim dan bahkan baru dua tahun terakhir mendapat izin menggunakan hijab.
Dalam pertemuannya, Sulkarnain bersama Ali Mazi menawarkan dokter Nafilah kembali ke Indonesia hingga memberi tawaran khusus untuk mengelola RS Jantung di Kendari.
“Kembali beliau menjawab dengan senyum, katanya mungkin saat ini belum, karena masih ingin menimba ilmu di Jerman, tetapi tidak menolak tawaran untuk ke Sultra,” terang Sulkarnain menyampaikan jawaban dokter asli Indonesia itu.
Reporter: Musdar
Editor: Dahlan







