Kesehatan

Homo Seksual Dominasi Penderita HIV di Kendari

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Berdasarkan data sementara pada Januari hingga bulan Juli 2019 pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Kendari mencapai 24 orang, dari jumlah tersebut didominasi Lelaki Seks Lelaki (LSL) atau Homo Seksual.

Dari total pengidap HIV, didominasi oleh homo atau lelaki seks lelaki berjumlah 13 kasus, ibu rumah tangga (IRT) 2 orang, hetero 8 orang dan bisex 2 orang.

Mereka saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Kota Kendari dan Puskesmas Lepo-lepo (yang bisa melayani HIV).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Dra Rahminingrum, mengatakan, kelompok LSL merupakan komponen penyebaran virus HIV. Selain mereka, ada kelompok waria dan wanita pekerja seks yang sama-sama berpotensi menularkan penyakit ini. 

“Penyakit HIV pada LSL, memang iya tidak hamil, tapi penularannya terjadi pada saat berhubungan dengan cara oral seks,” tuturnya saat ditemui di ruangannya, Kamis (26/9/2019).

Rahminingrum menerangkan, HIV tumbuh dan hidup di empat cairan tubuh yakni darah orang yang telah terinfeksi, cairan sperma orang yang positif HIV, cairan vagina, dan air susu dari ibu yang sudah positif terkena HIV.

Disayangkan, kecendrungan di dunia nyata, telah banyak perilaku lesbi, gay, bisex, transgender (LGBT) yang seoalah-olah merasa aman kalau pelaku tersebut berhubungan sesama jenis.

“Justru penyakit mengancam mereka, kalau mereka melakukan hubungan intim katakanlah oral seks, ada perlukaan darah ketemu darah,” tambahanya.

Menurutnya, meningkatkannya penyakit ini juga dipengaruhi banyaknya tempat-tempat hiburan malam tersentralisir yang ada di Kota Kendari sebagai ibu kota Sulawesi Tenggara.

Untuk menekan HIV Aids agar tidak terus menyebar, Rahminingrum mengimbau agar setiap pelaku homo dapat kembali kepada kodratnya masing-masing, sebab menurutnya semua yang mengubah kodratnya memiliki resiko.

Diketahui HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

Reporter: Musdar
Editor: Rani

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button