Sahabuddin Jadi Dosen Sehari di UHO

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kendari, Sahabudin SIP, jadi dosen sehari di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Sabtu (21/12/2019).
Sahabudin dipercayakan memberi materi kuliah dengan tema “Peran Komunikasi Antar Pribadi Pada Kemenangan Caleg Pemilu 2019” di Kelas Inspirasi dengan puluhan mahasiswa.
Dihadapan mahasiswa, Sekretaris Golkar Kota Kendari ini masuk kampus dan banyak mengulas terkait pentingnya membangun komunikasi politik kepada masyarakat umum, sebagai senjata yang jitu dalam bersosialisasi guna meraup suara terbanyak di pemilu, termasuk menceritakan perjuangannya dengan bajet yang minim tapi mampu meraih suara pemilu dan lolos di DPRD.
Melalui komunikasi politik yang intens itulah perlahan tapi pasti, seorang Sahabudin mampu mengalahkan ratusan caleg dan merebut satu kursi di Parlemen Kota Kendari, melalui Dapilnya Kecamatan Mandonga-Puuwatu.
BACA JUGA:
- PNM Tanam 29.000 Pohon dan Salurkan Bantuan Sosial di 58 Cabang
- Dituding Selewengkan Dana Hibah Rp2 Miliar, Univeristas Mandala Waluya Kendari Tegaskan Hanya Terima Barang
- Inflasi Sultra Mei 2026 Capai 4,07 Persen
- Perkuat Kinerja, BKKBN Sultra Lantik dan Ambil Sumpah Delapan Pejabat Fungsional
- Tujuh Bulan Tanpa Kejelasan, LBH HAMI Desak Polres Bombana Usut Tuntas Dugaan Pembunuhan di Desa Balasari
“Sangat penting membangun komunikasi politik, apalagi dibarengi keinginan kita maju dan berjuang lolos di parlemen,” ungkapnya dihadapan mahasiswa.
Selama lebih dari dua jam, Sahabudin memberi materi kuliah tiga sks, dibarengi sesi tanya jawab kepada mahasiswa Angkatan 2019 Fisip UHO.
Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari ini berharap, semangat perjuangannya masuk DPRD bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa, agar kedepan bisa berpolitik dan jadi anggota dewan.
“Betul, kita berharap kehadiran kami disini bisa jadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa, agar kedepan bisa mengikuti jejak politik masuk lembaga dewan,” harapnya.
Alumni Fisip UHO ini tak memungkiri maraknya indikasi money politik saat pemilu, tapi menurutnya dalam perjuangan menuju parlemen sebaiknya meminimalisir praktek-praktek politik uang dan memberikan pendidikan politik yang positif kepada masyarakat agar kualitas caleg yang terpilih benar-benar sesuai keinginan rakyat untuk mewakili aspirasi.
Reporter: Dahlan
Editor: Qs







