Ratusan Masyarakat Mengadu ke DPRD Sultra, Keluhkan Alsintan Diperjualbelikan oleh Kadesnya
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Ratusan warga Desa Lalonona, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, mendatangi Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (23/4/2026). Kedatangan mereka untuk mengadukan dugaan praktik jual beli Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang dilakukan oleh kepala desanya, Wagiyanto.
Warga mendesak wakil rakyat segera turun tangan mengusut tuntas bantuan pemerintah, yang mestinya diperuntukkan untuk kelompok tani tersebut, tapi justru dikomersilkan untuk kenpentingan pribadi Kades Lalonona.
“Ada empat unit alsintan yang dijual ke warga, namun Pak Desa Wagiyanto tidak mengakui dan tidak mengetahui, padahal warga yang membeli mengaku jika mereka membeli,” ujar Ketua Asosiasi Warga Lalonona, Muh Arsatya.
Selain itu, warga juga menyoroti dugaan ketidakadilan dalam penyaluran bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang disebut hanya diberikan kepada kerabat dekat dan aparat desa.
“Belum lagi persoalan bantuan UMKM yang hanya disalurkan kepada orang orang dekatnya saja. Ini yang membuat masyarakat semakin kecewa,” tambahnya.
Arsatya juga menyinggung persoalan perubahan APBDes tahun 2025 yang diduga tidak melalui koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Perubahan APBDes 2025 tidak pernah dikordinasikan dengan BPD, tiba-tiba sudah ada. Bahkan LPJ akhir tahun juga tidak pernah disampaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Kades Lalonona, Wagiyanto yang dihubungi terpisah, membantah soal tudingan bantuan alsintan untuk warga di perjualbelikan.
“Itu tidak benar,” singkatnya.
Sementara terkait bantuan UMKM sampai hari ini belum disalurkan ke penerima, dan dana tersebut masih mengendap di rekening Desa Lalonona.
Alasan pihak Pemerintah Desa Lalonona belum menyalurkan, karena belum adanya kesepakatan antara warga dan pemerintah desa. Warga juga disebut enggan untuk duduk bersama mencari solusi terkait persoalan penerima bantuan UMKM.
“Kalau mereka mengatakan UMKM hanya dibagi kepada kerabat dan perangkat ini sudah fitnah,” tukasnya. (bds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan







