Menuju Sensus Ekonomi 2026, BPS Sultra Laksanakan Literasi Keuangan dan Edukasi Statistik
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Menuju Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Sultra melaksanakan literasi keuangan dan edukasi statistik. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, di aruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Selasa (22/07/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Ir. Hugua mengatakan, sensus ekonomi merupakan data-data secara menyeluruh terkait ekonomi, bisa dikatakan sensus tersebut merupakan data dasar untuk menentukan arah bagaimana membangun negeri ini kedepannya. Tidak hanya itu, ia pun mengapresiasi dengan dilaksanakannya literasi keuangan dan edukasi statistik oleh BPS Sultra.
Hugua menegaskan, peningkatan literasi keuangan dan statistik bagi masyarakat merupakan hal yang penting, karena kedua hal tersebut menjadi dasar dalam membangun sebuah peradaban. Apalagi negara ini berada di posisi middle up atau negara yang berpendapatan menengah atas.
“Berarti, pengusaha kita juga harus bergeser dari usaha kecil atau UMKM jadi pengusaha besar,” terangnya.
Diketahui, berdasarkan sensus 2016, bahwa pengusaha besar kita baru 1 persen, artinya 99 persen masih mikro kecil. Ke depan ia berharap itu bergeser menjadi mikro, menengah ke atas.
“Terkait itu, penting bagi pengusaha memanfaatkan jasa keuangan dan data statistik. Tidak hanya pengusaha, masyarakat umum pun harus meningkatkan literasi keuangan,” jelasnya.
Perlu dipahami literasi keuangan, bukan menghitung lembaran uang. Namun literasi keuangan ialah untuk memahami memanage atau mengatur keuangan. Serta bijak mengambil keputusan terkait mengelola keuangan.
“Begitupun dengan meningkatkan edukasi terkait statistik, karena dengan melihat data statistik kita bisa melihat mekanisme global,” terang Hugua.
Di tempat yang sama, Plt Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan menerangkan, kegiatan ini merupakan upaya mendorong kesadaran publik tentang meningkatkan literasi keuangan dan mendongkrak ekonomi baik di daerah maupun Indonesia secara umum.
“Kegiatan ini juga merupakan bentuk sosialisasi dan mensukseskan sensus ekonomi 2026, menuju indonesia emas 2045,” jelas dia.
Perlu dipahami, bahwa sensus ekonomi bermanfaat bagi pemerintah, sektor bisnis, akademisi dan peneliti, hingga masyarakat umum
Dimana bagi pemerintah, sensus ekonomi, diperlukan untuk mendapat data terkini sebagai landasan perencanaan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, serta sebagai bahan evaluasi atas berbagai kebijakan sebelumnya.
Di sektor bisnis, pelaku usaha bisa memperoleh info dan data tentang pasar untuk strategi bisnis, investasi, dan ekspansi usaha. Data Sensus Ekonomi 2026 juga membantu pelaku usaha dalam memahami tren industri serta peluang dan tantangan bisnis di berbagai wilayah.
Adapun bagi akademisi dan peneliti, bisa memiliki akses ke data yang lebih lengkap dan detail untuk mendukung penelitian ekonomi, sosial, dan kebijakan publik yang berbasis data.
Sementara sensus ekonomi untuk masyarakat, dapat memberi manfaat dari kebijakan ekonomi pemerintah, dan bisa mengakses data hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk berbagai kepentingan.
Dia berharap, kegiatan yang dihadiri oleh Bank Indonesia Sultra, OJK Sultra, pihak perbankan, perwakilan OPD lingkup Pemerintah Sultra, instansi vertikal, dan media ini dapat memberi manfaat bagi peserta yang kemudian bisa disebarluaskan kepada masyarakat umum.
“Kita meminta keterlibatan semua pihak untuk mensukseskan sensus ekonomi 2026,” pinta Andi.
Selain itu, partisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 juga mendorong transparansi dan perbaikan ekosistem ekonomi secara keseluruhan, untuk mencapai berbagai target-target yang ditetapkan dalam RPJMN. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan







