Kunjungi SRMP 25 Kendari, Menteri Ekonomi Kreatif Tegaskan Pentingnya Industri Kreatif

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya peran industri kreatif dalam menciptakan lapangan kerja baru, khususnya bagi generasi muda. Hal ini ia sampaikan saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari, Selasa (26/8/2025).
Didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua dan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky mengapresiasi hadirnya SRMP 25 Kendari ini. Dimana Persiapan sekolah rakyat SRMP 25 Kendari telah berjalan dengan baik.
“Kita tahu bahwa lagi disiapkan yang lebih besar di tengah kota dengan luas 6,8 hektar, namun tapi ini juga sudah cukup baik,” jelasnya.
Ia bersama Sekretaris Menteri Ekonomi Kreatif juga telah mengunjungi fasilitas yang dimiliki SRMP 25 Kendari seperti klinik, barbershop dan asramanya yang sudah baik. Teuku Riefky juga berkesempatan, bertemu dengan singkat dengan siswa-siswi SRMP 25 Kendari. Hal ini tentu harus terus dikawal sebagaimana kebijakan dari Presiden Prabowo agar anak-anak yang tadinya tidak mempunyai kesempatan sekolah jadi bisa sekolah.
Ia menambahkan, saat ini Kementerian Ekonomi Kreatif, membawahi 17 subsektor, mulai dari berbasis budaya seperti fesyen, kuliner, kriya, hingga seni pertunjukan. Ada pula subsektor berbasis desain, media, hingga digital dan teknologi yang kini semakin diminati, seperti animasi, film, musik, fotografi hingga konten kreator.
“Data BPS 2024 mencatat, ada 26,5 juta orang bekerja di industri kreatif dan 57 persennya berusia di bawah 40 tahun. Menariknya, meskipun banyak anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap, justru sektor kreatif ini didominasi oleh generasi muda,” ungkapnya.
Fenomena ini diperkuat oleh hasil pemantauan sejumlah perguruan tinggi. Lebih dari 50 persen alumninya bekerja di luar bidang akademis, namun justru sukses meniti karir di sektor kreatif.
“Generasi muda kini ingin bekerja sesuai passion dan hobi. Tantangannya adalah bagaimana hobi itu bisa dimonetisasi,” tambahnya.
Ia mencontohkan, seorang afiliator atau penjual online dengan strategi tepat mampu meraih penghasilan hampir dua kali lipat UMR hanya dengan bekerja 3–4 jam sehari. Namun ia menekankan, produk yang dipasarkan sebaiknya berbasis lokal, sehingga memberi dampak langsung bagi ekonomi daerah.
Ia berharap, bagaimana adik-adik ini khususnya siswa SRMP 25 Kendari terus dapat belajar dengan baik dan mencapai cita-citanya setinggi-tingginya dan mempunyai kesempatan seluas-luasnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, berterima kasih atas kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif di SRMP 25 Kendari.
Dalam kesempatan tersebut, Siska menyampaikan, saat ini sekolah binaan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari baru menampung siswa jenjang SMP, namun dalam waktu dekat akan membuka jenjang SD hingga SMA.
“Kami berharap siswa SMA nanti bisa produktif sejak duduk di kelas 3 atau kelas XII. Karena itu, melalui kesempatan ini, kami memohon dukungan Bapak Menteri untuk membantu peningkatan kapasitas pendidikan berbasis ekonomi kreatif,” ujar Siska.
Pemkot Kendari sendiri telah menyediakan lokasi baru dengan 6,8 hektar yang berlokasi di Abeli Dalam, namun masih ada kendala terkait sertifikat, ia berharap ada atensi dari Menteri Ekonomi Kreatif untuk bisa dikomunikasikan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam hal ini Agus Harimurti Yudhoyono.
Terakhir Siska menuturkan, kunjungan kerja Menekraf di Kendari ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas peran generasi muda dalam sektor kreatif sekaligus membuka peluang baru dalam pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tenggara (Sultra). (bds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan



