Ketua TPG Sultra: Mari Kita Merdekakan Diri dari Kemiskinan dan Stunting
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Ketua Tim Pengendali Genting (TPG) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mustakim mengajak seluruh pihak untuk memerdekakan diri dari kemiskinan dan stunting.
Hal ini ia sampaikan kepada warga Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara melalui corong masjid Nuruttaqwa.
Mustakim diberi kesempatan oleh pengurus masjid terbesar di kecamatan Wawo untuk menyampaikan khutbah sekaligus menjadi imam sholat jum’at. Materi yang disampaikan bertema “Renungan HUT RI Ke-80“.
Masjid yang memiliki kapasitas ribuan jama’ah itu terisi penuh saat sholat Jum’at (15/08/2025).
Sebelumnya pesan senada juga disampaikan Mustakim di aula kecamatan Wawo kepada ibu-ibu hamil, menyusui, pemilik baduta dan para remaja putri alias calon pengantin (catin).
Mustakim menyampaikan hal tersebut saat dirinya menjadi nara sumber pada kegiatan Fasilitasi Pembimbingan, Pengembangan, dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Hadir memberi sambutan dan membuka kegiatan secara langsung Kepala DP3APPKB Sultra, Zanuriah.
Mengawali sambutannya, Zanuriah yang pernah lama menjadi kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra itu mengucapkan selamat HUT RI ke-80 kepada seluruh peserta yang hadir.
Kali ini Zanuriah memberi tekanan kepada seluruh peserta untuk bahu membahu, bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menekan angka stunting dengan memahami konsep pengasuhan 1000 HPK dan mengamalkannya.
“Ibu-ibu harus memahami dan menjalankan konsep 1000 HPK agar tidak ada anaknya yang terkena stunting!” tegasnya di depan peserta.
Pemateri berikutnya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kolaka Utara, Hasrayani, dan salah satu ahli gizi dari Dinas Kesehatan Kolaka Utara.
Seluruh peserta berjumlah 90-an orang sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan ada salahsatu peserta memberikan apresiasi dan mengusulkan agar kegiatan sejenis ini sering-sering dilaksanakan di desa-desa dan kelurahan.
“Agar ibu-ibu di kampung bisa memahami konsep 1000 HPK dan dijadikan pedoman dalam menyiapkan generasi yang lebih baik,” tutupnya. (kjs)







