Evaluasi Program Bangga Kencana, BKKBN Sultra Genjot Capaian di Akhir Tahun
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – BKKBN Sulawesi Tenggara terus berupaya menggenjot capaian program Bangga Kencana di seluruh wilayahnya. Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja Daerah Evaluasi Program Bangga Kencana, di salah satu hotel di Kendari, Senin (17/11/2025).
Ditemui di sela kegiatan, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, Drs. Asmar, mengatakan, rapat ini merupakan evaluasi semester II yang menyoroti capaian program dari Januari hingga November.
Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa program Keluarga Berencana (KB) di Sultra menduduki peringkat kedua nasional.
“Saat ini, program KB Sultra berada di peringkat dua nasional,” terangnya.
Selain itu, program quick win yang dicanangkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga telah mencapai target. Salah satu yang membanggakan adalah program Gamping (Gerakan Pendampingan Keluarga) yang telah mencapai 100 persen.
“Capaian ini tentu menjadi prestasi bagi kita semua. Namun, kami menyadari bahwa capaian program di masing-masing kabupaten/kota masih belum merata. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong daerah-daerah yang masih memiliki capaian rendah,” ungkap Asmar.
Pihaknya menambahkan bahwa waktu yang tersisa dua bulan ini akan dimaksimalkan untuk mengejar target yang telah ditetapkan. Selain program KB yang menjadi fokus utama, terdapat lima program prioritas Menteri PPPA yang juga menjadi perhatian, yaitu Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Super Apps, Gemping (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), dan Lansia Berdaya.
Terkait dengan penanganan stunting, angka di Sulawesi Tenggara menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada tahun 2023, angka stunting berada di angka 30 persen, dan saat ini telah turun menjadi 26,1 persen, jadi turun 3,9 persen.
Adapun daerah dengan angka stunting terendah ialah Kolaka Timur berada di angka 17,9 persen dan Bombana 17 persen, sementara Buton Selatan masih menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi yakni 28 persen. Untuk diketahui. Pemerintah Daerah sendiri menargetkan angka stunting dapat mencapai 14 persen sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021.
“Adapun untuk nasional di angka 19,8 persen jadi masih cukup tinggi,” katanya.
Rapat evaluasi sendiri dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari perwakilan dan mitra kerja BKKBN dari 17 kabupaten/kota di Sultra, baik dari Bappeda, Dinas Pengendalian Penduduk termasuk Dinkes.
Dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatangan Memorandum of Understanding (Mou) oleh Perwakilan BKKBN Sultra dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari terkait rekrutmen dan penempatan tenaga kerja siswa sekolah lansia, ayah, calon ayah dan kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga akseptor dan PT Hengjaya Mineralindo terkait Program Tamasya.
MoU tersebut juga merupakan kerjasama antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Perwakilan BKKBN Sultra dan Kementerian Tenaga Kerja.
“Program ini pun bertujuan untuk meningkatkan level perusahaan dengan salah satu kriterianya ialah implementasi Program Tamasya,” tuturnya.
Dengan semangat dan kerjasama yang solid, BKKBN Sulawesi Tenggara optimis dapat mencapai target program Bangga Kencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (bds)
Reporter : Septiana Syam
Editor: Wulan







