Metro Kendari

Dampak Hujan yang Mengguyur Kendari, Ratusan Rumah Terendam dan Warga Mulai Mengungsi

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam dua hari terakhir menyebabkan banjir dan merendam sebagian wilayah Kota Kendari, pada Minggu (10/5/2026).

Selain merendam jalan protokol, luapan air juga masuk ke permukiman warga, terutama di titik-titik yang menjadi langganan banjir.

Akibatnya, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi rumah mereka yang tidak memungkinkan untuk ditinggali.

Peningkatan debit air ini dipicu oleh tingginya curah hujan serta meluapnya beberapa aliran sungai yang berada dekat dengan pemukiman padat penduduk.

“Sudah mulai kemarin kami mengungsi, air sudah naik satu meter dan merendam rumah-rumah warga di sini,” kata Nurlan, warga Kecamatan Kambu kepada awak media ini.

Ia berharap, pemerintah segera memberi bantuan, utamanya bahan makanan, dan obat-obatan.

“Makanan dan obat-obatan, banyak bayi dan anak kecil,” pintanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, berikut adalah daftar titik lokasi yang terdampak banjir di Kota Kendari:

1. Kecamatan Poasia (Kelurahan Anduonohu)
* Jl. Jend. AH Nasution: Belakang Hotel Alvis, air mencapai setinggi lutut orang dewasa akibat luapan sungai. Sebanyak 14 unit rumah dilaporkan terendam.
* Jl. Kelengkeng: Kurang lebih 16 rumah terdampak luapan air.
* Jl. Belimbing (Lr. Meo Hai): Sekitar 10 rumah warga terendam banjir.
* Perumnas Poasia: Terdapat titik genangan yang masuk ke wilayah hunian.
2. Kecamatan Kambu (Kelurahan Lalolara)
* Lorong Kawat: Wilayah ini menjadi salah satu yang terparah dengan sekitar 27 rumah terdampak akibat meluapnya Sungai Wanggu.
3. Kecamatan Wua-Wua
* Jl. Tunggala Dalam (Kelurahan Anawai)
* Jl. Ahmad Yani (Depan Spazio)
* Jl. Depan Transito
4. Wilayah Lepo-Lepo
* Area Depan RS Hati Mulya
* Bantaran Sungai Wanggu
5. Kecamatan Kendari Barat
* Wilayah Benu-Benua
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. (cds)

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button