Bulog Sultra Optimis Serap 90 Ribu Ton Hingga Juni, Stok Aman Jelang Ramadan
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan kesiapan stok dan penyerapan beras tetap terkendali menjelang puncak panen serta menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kepala Kanwil Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, mengungkapkan hingga Februari ini realisasi penyerapan beras sudah menembus lebih dari 4.000 ton dari target sekitar 5.000 ton. Ia optimis target tersebut rampung dalam waktu dekat.
“Yang akan menjadi tantangan justru di Maret dan April. Di bulan itu mulai masuk puncak panen, sehingga penyerapan kita genjot lebih maksimal,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Bulog Sultra menargetkan mampu menyerap minimal 90 ribu ton dari total target 120 ribu ton hingga Juni 2026. Dengan tren panen yang mulai meningkat, Benhur yakin target tersebut dapat tercapai sesuai rencana.
Dari sisi cadangan, Bulog Sultra saat ini menguasai stok sekitar 76 ribu ton beras. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan diproyeksikan aman hingga Lebaran mendatang selama tidak ada distribusi keluar daerah dalam jumlah besar.
“Stok kita masih sangat mencukupi. Sampai Lebaran insya Allah aman,” tegasnya.
Selain menjaga stok, Bulog juga bersiap menyalurkan Bantuan Pangan Beras (PBP) tahap pertama pada Februari–Maret 2026. Secara nasional, alokasi PBP disebut mengalami kenaikan hampir 90 persen dibanding tahun sebelumnya.
Untuk Sultra, jumlah pastinya masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah pusat. Tahun 2025 lalu, penerima bantuan di Sultra tercatat sekitar 187 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Jika kenaikan mengikuti proporsi nasional, jumlah penerima bisa menembus 350 ribu hingga 360 ribu KPM.
Jika skenario tersebut terealisasi, diperkirakan sekitar 7.000 ton beras akan disalurkan dalam dua tahap alokasi, disertai distribusi minyak goreng yang bisa mencapai lebih dari satu juta liter.
“Persiapan kami sudah matang. Kalau hanya 7.000 ton, dengan stok 70 ribu ton lebih, tentu sangat aman,” jelas Benhur.
Tak hanya beras, Bulog Sultra juga mengamankan stok gula pasir sekitar 170 ribu kilogram untuk menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen. Harga Acuan Penjualan (HAP) dipertahankan di angka Rp17.500 per kilogram.
Sementara untuk minyak goreng, Bulog mendapat kewenangan mengelola sebagian kuota nasional minyak goreng BUMN. Di Sultra sendiri, stok tersedia sekitar 140 ribu liter, dengan tambahan 400 ribu liter dalam proses pengiriman.
Bulog berharap ketersediaan tiga komoditas utama yakni beras, gula, dan minyak goreng, mampu meredam potensi gejolak harga menjelang Ramadan.
Perluasan saluran distribusi dan GPM nasional penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tetap berjalan melalui sekitar 110 titik distribusi, mulai dari pasar tradisional, Rumah Pangan Kita, Toko Pangan, hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).
Peluncuran GPM secara nasional dijadwalkan pada 13 Februari 2026 dan di Sultra sendiri sejumlah instansi telah mengagendakan pelaksanaan GPM sejak H-3 hingga H+7 Idulfitri.
“Ini bagian dari perhatian pemerintah agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa khawatir soal kebutuhan pangan,” pungkas Benhur.
Di sisi lain, Bulog Sultra juga mulai mengatur kapasitas gudang dengan mendistribusikan sebagian pasokan ke wilayah timur guna menjaga ruang penyimpanan tetap optimal seiring meningkatnya serapan gabah pada musim panen mendatang. (bds)
Reporter: Septian Syam
Editor: Wulan







