Metro Kendari

Bahasa Wolio dan Wakatobi Dihadirkan Dalam Buku Cerita Anak CBP Rupiah

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COMBahasa Wolio dan Wakatobi dihadirkan dalam peluncuran buku cerita anak terkait Cinta, Bangga Paham (CBP) Rupiah untuk memperkuat literasi keuangan inklusif sejak usia dini. Peluncuran buku ini diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPw BI Sultra) bersama Balai Bahasa Sultra, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025 yang digelar di salah satu Mall di Kendari.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi strategis antara Bank Indonesia dan Balai Bahasa Sultra dalam mendorong inovasi literasi keuangan yang inklusif, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini.

Peluncuran buku cerita anak CBP tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, bersama Kepala Balai Bahasa Sultra dan Dewi Pridayanti.

Turut hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Andi Dadjeng, Bunda Literasi Kota Kendari, Ibu Shintya Putri Anawula Sudirman, dan perwakilan dinas terkait lainnya yang menyaksikan peluncuran resmi dua buku cerita anak berjudul “Rahasia Laci Nenek” dan “Uang yang Bicara”.

Kedua buku ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Bahasa Sultra dan Bank Indonesia Sultra, yang memuat pesan moral dan nilai edukatif tentang pentingnya mencintai, memahami, dan menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi mengatakan, kehadiran buku menjadi bagian dari diseminasi produk penerjemahan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara yang pada tahun 2025.

“Desiminasi ini berhasil menghasilkan 35 buku cerita anak dwibahasa, termasuk dua di antaranya hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia yang mengangkat nilai-nilai Cinta, Bangga, Paham Rupiah,” katanya, Selasa (21/10/2025).

Cerita “Rahasia Laci Nenek” menyoroti kisah uang kampua sebagai bagian dari sejarah budaya lokal yang ditulis dengan dwibahasa menggunakan Bahasa Wolio.

Sedangkan “Uang yang Bicara” memperkenalkan perjalanan uang Rupiah dan pentingnya menjaga peredaran uang layak edar di seluruh wilayah Indonesia yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Wakatobi.

“Penulisan dwibahasa kepada dua buku cerita anak tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya dan menumbuhkan rasa kebanggaan atas bahasa daerah,” terangnya.

Tidak hanya meluncurkan buku cerita anak CBP, sinergi juga dilakukan bersama komunitas kendari membaca nyaring untuk membacakan buku cerita “Uang yang Berbicara” secara langsung kepada anak anak.

Selain itu terdapat juga alih wahana berupa tarian yang menceritakan tentang isi cerita buku “Rahasia Laci Nenek”.

Kedua kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan contoh pemanfaatan buku cerita anak yang implementatif.
Dalam memeriahkan kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025, Bank Indonesia juga turut menyelenggarakan Lomba Mewarnai Cinta Bangga Paham Rupiah, Gelar Wicara.

“Literasi Keuangan yang dapat diikuti oleh masyarakat umum, dan Zona Literasi yang bersinergi dengan Perpustakaan Bank Indonesia di Mall The Park Kendari,” ungkapnya.

Zona ini menjadi ruang interaktif bagi pengunjung untuk membaca berbagai koleksi buku ekonomi dan literasi keuangan serta permainan edukatif lainnya.

Melalui Zona Literasi ini, Bank Indonesia ingin mendorong minat baca masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap literasi keuangan.

Sinergi antara Bank Indonesia dan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem literasi keuangan inklusif di Sulawesi Tenggara.

“Melalui pendekatan yang inovatif dan berorientasi pada generasi muda, diharapkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat tertanam kuat sebagai bagian dari karakter bangsa serta menjadi pondasi bagi masyarakat yang cerdas finansial, berbudaya, dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya. (bds)

 

Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button