Kampus

Tim UHO Produksi Massal Pupuk Organik untuk Lahan Marginal

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) mengembangkan pupuk organik berbahan baku lokal untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan marginal. Pengembangan tersebut dilakukan melalui Penelitian Fundamental Reguler (PFR) tahun 2026 di Desa Sindang Kasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan.

Penelitian ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan PFR tahun 2025 yang didanai melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI. Penelitian mengangkat tema “Aplikasi Pupuk Organik Bioteknologi Konvensional dan Pupuk Organik Nano Daun Kerinyuh dan Gamal untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian pada Lahan Marginal.”

Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Ir. H. La Karimuna, M.Sc.Agr, mengatakan penelitian tersebut memanfaatkan potensi sumber daya alam yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

Bahan seperti daun kerinyuh atau komba-komba, gamal, kotoran sapi, kotoran ayam, dedak, gula aren dan EM4 diolah menjadi pupuk organik padat (POP), pupuk organik cair (POC), hingga pupuk organik nano (PON).

“Penggunaan potensi sumber daya alam lokal ini menjadi solusi kreatif dan inovatif yang dapat disebarkan kepada masyarakat tani untuk memperbaiki dan mempertahankan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah,” kata La Karimuna.

Menurutnya, hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk organik memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Perbaikan kesuburan tanah juga telah dikonfirmasi melalui hasil analisis tanah.

Penerapan pupuk organik tersebut berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi sejumlah komoditas, seperti jagung, kacang tanah dan kedelai yang ditanam dengan pola tumpang sari. Tidak hanya tanaman pangan, pupuk organik juga diuji pada sejumlah komoditas hortikultura, di antaranya bayam, kangkung, melon dan cabai.

La Karimuna menjelaskan penggunaan pupuk organik menjadi semakin penting, terutama pada lahan yang telah berulang kali digunakan untuk budidaya tanaman. Penggunaan pupuk kimia dengan dosis tinggi secara terus-menerus dinilai dapat memperburuk kondisi media tanam apabila tidak diimbangi dengan upaya perbaikan kualitas tanah.

“Keseringan penggunaan pupuk kimia dosis tinggi dapat memperparah kondisi media tanam. Karena itu, inovasi aplikasi pupuk organik padat, cair dan nano menjadi salah satu solusi,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua penelitian pada 2026, fokus tim tidak lagi hanya pada pengujian, tetapi mulai diarahkan pada produksi massal pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai komoditas pertanian, khususnya tanaman hortikultura yang banyak dibutuhkan masyarakat.

La Karimuna menegaskan pengembangan teknologi pupuk organik, baik melalui metode konvensional maupun nano, perlu terus dilanjutkan untuk menjaga produktivitas pertanian.

“Pengembangan inovasi teknologi pupuk organik, baik yang disediakan melalui teknologi konvensional maupun pupuk organik nano, harus tetap dilanjutkan untuk menjamin kuantitas produksi yang tinggi dengan kualitas yang memadai,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan penelitian, masyarakat Desa Sindang Kasih turut terlibat sebagai mitra. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi peneliti dan petani untuk bertukar pengalaman mengenai praktik budidaya, pengelolaan tanah serta pemanfaatan pupuk organik.

Tim peneliti menilai para petani sebenarnya telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam produksi pertanian. Namun, pemanfaatan POP, POC dan PON pada pola tumpangsari jagung dengan kacang tanah maupun jagung dengan kedelai menggunakan sistem jajar legowo masih belum familiar bagi sebagian petani.

Pemerintah Desa Sindang Kasih juga berperan dalam mendukung kelancaran penelitian, termasuk memberikan informasi terkait kondisi lahan yang telah digunakan berulang kali sebagai media budidaya.

Selain menghasilkan inovasi pupuk organik, penelitian tersebut juga melibatkan empat mahasiswa semester akhir Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian UHO. Keterlibatan mahasiswa diarahkan untuk mendukung penyusunan skripsi dengan bimbingan dosen yang tergabung dalam tim peneliti. Tim penelitian PFR UHO tahun 2026 terdiri atas Prof. Dr. Ir. H. La Karimuna, M.Sc.Agr sebagai ketua, Dr. Zulfikar, S.P., M.P., serta Ir. Azhar Ansi, M.Si.

La Karimuna menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Sindang Kasih dan masyarakat yang telah menjadi mitra selama penelitian berlangsung.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada mitra, Kepala Desa Sindang Kasih dan masyarakat yang telah berinteraksi selama penelitian sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi dapat diterapkan lebih luas oleh masyarakat untuk memperbaiki kualitas lahan sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian di daerah. Tim peneliti juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendiktisaintek RI melalui program BOPTN DPPM atas dukungan pendanaan penelitian tersebut. (cds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button