FEB Jadi Penyumbang Lulusan Terbanyak di Wisuda UHO, Capai 155 Orang
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi penyumbang lulusan terbanyak dalam Wisuda Universitas Halu Oleo (UHO) yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Kendari, Sabtu (22/8/2026).
Dari total 743 wisudawan dan wisudawati yang mengikuti Wisuda Program Doktor ke-51, Magister ke-81, Profesi Dokter ke-46 dan Sarjana ke-114, sebanyak 155 lulusan berasal dari FEB.
Jumlah tersebut terdiri dari 136 lulusan sarjana dan 19 lulusan magister.
FEB unggul jumlah lulusan dibanding fakultas lainnya. Di posisi berikutnya terdapat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan 116 lulusan sarjana.
Kemudian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Hukum (FH) masing-masing meluluskan 81 orang. FMIPA terdiri dari 71 sarjana, dua magister dan delapan lulusan Diploma Tiga, sedangkan FH meluluskan 63 sarjana dan 18 magister.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyumbang 55 sarjana, disusul Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) sebanyak 51 sarjana.
Selanjutnya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) meluluskan 43 orang yang terdiri dari 39 sarjana dan empat magister. Fakultas Peternakan menyusul dengan 40 lulusan, masing-masing 36 sarjana dan empat magister.
Program Pascasarjana dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) masing-masing menyumbang 25 lulusan. Fakultas Kedokteran meluluskan 22 sarjana, Fakultas Pertanian 18 sarjana, Fakultas Teknik 13 sarjana, FPIK 10 sarjana, serta Fakultas Farmasi delapan magister.
Ratusan lulusan dari 14 fakultas dan Program Pascasarjana tersebut kini resmi menyandang status sebagai alumni UHO.
PlT Rektor UHO, Prof. Khairul Munadi, mengatakan wisuda bukan menjadi akhir dari proses belajar. Para lulusan justru akan menghadapi tantangan baru ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kemampuan akademik harus dibarengi dengan kemampuan beradaptasi, kreativitas, inovasi dan integritas.
“Perjalanan baru akan dimulai setelah Saudara meninggalkan lingkungan akademik. Di tengah dinamika kehidupan dan dunia kerja, Saudara dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, kreativitas, inovasi, serta integritas yang tinggi,” katanya.
Ia meminta para alumni tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung cepat menuntut lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Jadilah insan yang terus belajar dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Khairul juga menegaskan bahwa prestasi akademik bukan satu-satunya penentu keberhasilan seseorang. Kemampuan menyelesaikan persoalan, berpikir adaptif dan melihat peluang menjadi modal penting untuk menghadapi dunia profesional.
Selain melepas 743 lulusan, UHO memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik tingkat universitas. Penghargaan tersebut diberikan kepada Liberthy Mendila Tappo, lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat S1, Fakultas Kesehatan Masyarakat. Ia meraih IPK 3,91 dengan masa studi empat tahun.
Sejumlah lulusan juga mendapat penghargaan terbaik di tingkat fakultas dan program pendidikan. Dari Pascasarjana, penghargaan diraih Evi Darwati Syar dari Program Studi Administrasi Pembangunan S2 dengan IPK 3,97 dan masa studi satu tahun lima bulan.
FKIP menempatkan Rahma Al Qarni La Mbone dari Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah dengan IPK 3,81 sebagai lulusan terbaik. FEB diraih Made Yanti Sudyaningsih dari Akuntansi dengan IPK 3,85.
FISIP memberikan penghargaan kepada Judanti Usman dari Ilmu Administrasi Negara dengan IPK 3,90. Fakultas Pertanian diraih Nur Suci dari Teknologi Pangan dengan IPK 3,75.
Dari Fakultas Teknik, lulusan terbaik adalah Mely Guslauw dari Teknik Sipil dengan IPK 3,65. FMIPA menempatkan Raihan Maulana Sahriza dari Fisika dengan IPK 3,86.
Fakultas Hukum memberikan penghargaan kepada Samsul dari Ilmu Hukum dengan IPK 3,89. Sementara FPIK diraih Ardina Rahim dari Teknologi Hasil Perikanan dengan IPK 3,61.
Dari Fakultas Kedokteran, penghargaan diberikan kepada Godina dari Program Studi Keperawatan dengan IPK 3,46.
Fakultas Peternakan menempatkan lulusan Program Studi Peternakan sebagai terbaik dengan IPK 3,89 dan masa studi tiga tahun 11 bulan. FHIL diraih Ahmad Zuhairi Alhafiz dari Ilmu Lingkungan dengan IPK 3,77.
FIB memberikan penghargaan kepada Adetya Lestari dari Tradisi Lisan dengan IPK 3,67. Sedangkan Fakultas Farmasi diraih Septiany Fransisca Maria dari Program Studi Farmasi S2 dengan IPK sempurna 4,00 dan masa studi dua tahun.
Dengan berakhirnya prosesi wisuda, 743 lulusan UHO kini memasuki fase baru. Bekal akademik yang diperoleh selama di kampus diharapkan tidak berhenti pada gelar, tetapi diwujudkan dalam karya dan kontribusi bagi masyarakat. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan







