Kampus

Civitas Berduka Atas Berpulangnya Fathir, UHO Bakal Evaluasi Pelaksanaan KKN

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Abdul Fathir, mahasiswa Fakultas Teknik yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas setelah menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Kolaka.

Pelaksana Tugas (PlT) Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi mengatakan, kepergian Fathir menjadi kabar duka bagi seluruh civitas akademika UHO. Terlebih, korban baru saja menyelesaikan KKN dan berada pada tahap akhir masa studinya.

“Ini tentu menjadi catatan bagi pihak universitas untuk kedepannya bisa lebih baik dalam mengelola pelaksanaan KKN, termasuk mobilitas mahasiswa, misalnya saat mereka pulang,” ujarnya.

Fathir meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 16.50 Wita di Kabupaten Konawe. Saat itu, ia dalam perjalanan menuju Kendari setelah menyelesaikan KKN di Kabupaten Kolaka.

Mahasiswa Program Studi Teknik Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik UHO angkatan 2023 itu mengendarai sepeda motor bersama rekannya, Herlyn (21).

Fathir sempat dilarikan ke RSUD Konawe untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong. Sementara Herlyn masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Prof. Khairul menegaskan, aspek keselamatan mahasiswa akan menjadi perhatian dalam evaluasi pelaksanaan KKN berikutnya. UHO juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mobilitas mahasiswa selama kegiatan hingga kepulangan dapat lebih terjamin.

“Pelaksanaan program harus kita barengi dengan keamanan, memastikan keamanan bagi adik-adik peserta KKN,” katanya.

Senada, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Herman, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Fathir. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi musibah tersebut.

Ia menyebut, peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi bagi universitas, terutama terkait transportasi mahasiswa saat berangkat maupun kembali dari lokasi KKN.

Menurutnya, UHO sebelumnya telah mengarahkan peserta KKN untuk menggunakan kendaraan umum berupa bus dalam perjalanan pergi dan pulang. Namun, penggunaan kendaraan pribadi oleh mahasiswa menjadi hal yang tidak selalu mudah dikendalikan pihak kampus.

“Kami sebenarnya sudah menekankan transportasi pergi dan pulang harus melalui kendaraan umum berupa bus. Tetapi kadang memang agak sulit kita kendalikan mahasiswa yang membawa kendaraan sendiri,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan mahasiswa yang sedang maupun akan menyelesaikan kegiatan KKN agar lebih berhati-hati ketika melakukan perjalanan menuju kampus maupun kembali ke daerah masing-masing.

Terkait penanganan korban, Herman menjelaskan seluruh peserta KKN UHO telah mendapatkan perlindungan melalui asuransi. Selain itu, universitas juga berupaya memberikan santunan kepada mahasiswa yang mengalami musibah.

“Kami dari universitas terus berduka cita. Mudah-mudahan keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya. (cds)

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button