Kampus

Rektor UHO Prof Armid Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Akademiknya

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Prof. Armid, S.Si., M.Si., M.Sc., D.Sc., merupakan sosok akademisi kelahiran Kendari, 18 Juni 1975, yang dikenal sebagai putra daerah dengan dedikasi luar biasa dalam bidang pendidikan, penelitian, dan kepemimpinan di Universitas Halu Oleo (UHO).

Perjalanan akademiknya dimulai di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, tempat ia meraih gelar sarjana Kimia. Hasratnya dalam dunia ilmu pengetahuan membawanya melanjutkan pendidikan magister di dua bidang berbeda: Kimia di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Marine Chemistry di University of the Ryukyus, Jepang. Ia kemudian menempuh studi doktoral di kampus yang sama di Jepang, dan meraih gelar Ph.D. dalam bidang Marine and Environmental Science pada tahun 2011.

Sejak awal 2000-an, Prof. Armid mengabdikan diri sebagai dosen di UHO. Kariernya kian menonjol ketika ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Laboratorium, Kepala Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana, hingga Sekretaris Senat Universitas. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama selama dua periode berturut-turut (2017–2025).

Puncak karier akademiknya tercapai pada 18 Oktober 2023, ketika ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Kimia Kelautan UHO. Selama lebih dari dua dekade, Prof. Armid juga aktif membimbing mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP), menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan, serta mendampingi mahasiswa dalam aktivitas lapangan.

Di luar kegiatan akademik, ia dikenal produktif dalam bidang penelitian. Fokus kajiannya mencakup isu lingkungan pesisir dan perubahan iklim, seperti riset biogeokimia di Teluk Staring serta studi koral di Teluk Kendari sebagai bioindikator pencemaran. Sejumlah hasil penelitiannya telah tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), di samping beberapa buku yang ia terbitkan terkait pengelolaan lingkungan dan industri di Sulawesi Tenggara.

Atas dedikasinya, pada tahun 2013 Prof. Armid menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia.

Bagi kolega dan mahasiswa, Prof. Armid bukan sekadar akademisi. Ia adalah figur inspiratif yang membuktikan bahwa putra daerah mampu menembus panggung akademik internasional, dan kembali untuk membangun kampus serta tanah kelahirannya.

Namun, perjalanan kariernya terhenti secara mendadak setelah Prof. Armid dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Humas UHO, Sarman, saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Baca Juga : Breaking News: Rektor UHO Kendari Prof. Armid Meninggal Dunia

Prof. Armid wafat kurang dari satu bulan setelah dilantik sebagai Rektor UHO pada 1 Agustus 2025 untuk periode 2025–2029. Dalam pidato-pidato awal masa kepemimpinannya, ia sering menegaskan komitmennya menjadikan UHO sebagai universitas yang berdaya saing global, inovatif, dan berdampak, melalui penguatan riset internasional serta hilirisasi inovasi, sejalan dengan semangat “UHO Fast.”

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset dan inovasi untuk memberikan solusi atas permasalahan daerah, nasional, hingga global, sebagaimana tercermin dalam program “Diktisaintek Berdampak.”

Meski belum lama menjabat, Prof. Armid telah memimpin wisuda perdana di masa kepemimpinannya. Wisuda gelombang pertama berlangsung pada 5 Agustus 2025, disusul gelombang kedua pada 6 Agustus 2025. (bds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Biyan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button