Dosen FEB UHO Gelar Pelatihan Manajemen Usaha Bagi Pelaku UMKM di Desa Rapambinopaka

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Tim dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pelatihan praktis bagi pelaku usaha desa ini menekankan perencanaan, keuangan sederhana, dan pemasaran digital, dengan tema “Manajemen Usaha Anti Ribet: Pelatihan Perencanaan dan Pengelolaan Usaha Sederhana bagi Pelaku UMKM.”
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di balai Desa Rapambinopaka, Minggu (2/11/2025). Pelatihan ini diikuti oleh beberapa kelompok pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha, seperti pengolahan makanan, kerajinan tangan, perdagangan, dan jasa rumah tangga.
Pelatihan berlangsung dengan suasana interaktif, di mana peserta dibagi menjadi empat kelompok besar untuk mempermudah praktik langsung dan diskusi kelompok.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial pelaku UMKM desa dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan usaha secara sederhana namun efektif.
Pelatihan ini juga diharapkan menjadi upaya konkret perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat desa agar lebih mandiri secara ekonomi melalui peningkatan kapasitas wirausaha lokal.
Adapun Tim pengabdian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHO terdiri atas Dr. Muhammad Masri, SE., M.Si (Ketua Tim), Fitriaman, SE., M.SA., Ak, Dr. Dzulfikri Aziz Muthalib, SE., M.Si, Dr. Asrip Putera, SE., M.Si, dan Dr. Rachmat Rialdy Hasan, SE., M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Muhammad Masri, SE., M.Si selaku ketua tim menyampaikan sambutannya, ia mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Dalam materinya berjudul “Pentingnya Penerapan Fungsi-Fungsi Manajemen dalam Pengelolaan UMKM yang Handal dan Berdaya Saing.
Ia menegaskan bahwa UMKM yang mampu bertahan dan tumbuh adalah UMKM yang menerapkan prinsip manajemen secara konsisten — mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan.
“Manajemen bukan hanya teori, tapi cara berpikir agar usaha lebih terarah dan efisien,” ujarnya.
Menurut Dr. Masri, kegiatan ini bukan hanya berhenti di pelatihan, tetapi juga dilanjutkan dengan pendampingan dan monitoring selama beberapa minggu untuk memastikan keterampilan yang telah diberikan benar-benar diterapkan oleh peserta.
“Harapan kami, Desa Rapambinopaka bisa menjadi contoh desa dengan UMKM yang terlatih, terencana, dan mampu bersaing di era digital,” pungkasnya.
Selanjutnya, Fitriaman, SE., M.SA., Ak memberikan materi “Pencatatan Keuangan Sederhana untuk UMKM.” Ia mengajarkan peserta cara membuat buku kas harian serta memperkenalkan aplikasi keuangan digital seperti BukuWarung dan CatatanKeuangan.
Dalam sesi praktik, peserta diajak menghitung arus kas, memisahkan keuangan pribadi dengan usaha, dan memahami laba-rugi sederhana.
“Kunci keberlanjutan usaha bukan hanya besar kecilnya omzet, tapi bagaimana pelaku UMKM bisa mencatat dan mengelola uangnya dengan baik,” terangnya.
Ditempat yang sama, Dr. Dzulfikri Aziz Muthalib, SE., M.Si memaparkan terkait materi “Analisis Ekonomi Lokal dan Strategi Daya Saing UMKM Desa”.
Ia menjelaskan pentingnya mengenali potensi unggulan lokal dan pola permintaan pasar desa hingga kecamatan. Dalam sesi ini, peserta dilatih untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (analisis SWOT) usaha mereka sendiri.
“Kita ingin pelaku UMKM berpikir strategis, melihat peluang di sekitar, dan memanfaatkan potensi lokal agar lebih kompetitif,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Asrip Putera, SE., M.Si menyampaikan materi tentang “Strategi Pemasaran Sederhana dan Digital untuk UMKM.”
Dalam materinya ia memandu peserta membuat akun bisnis di WhatsApp Business, Facebook Page, dan Instagram, serta memberikan pelatihan penggunaan desain promosi digital melalui Canva.
Dr. Asrip juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan konten promosi agar lebih menarik dan hemat waktu. Peserta bahkan langsung mempraktikkan pembuatan poster promosi produk mereka menggunakan ponsel masing-masing.
Terakhir, Dr. Rachmat Rialdy Hasan, SE., M.Si menyampaikan materi terkait “Pengelolaan SDM Usaha Keluarga dan Manajemen Peran dalam Bisnis Kecil.”
Ia menjelaskan bahwa usaha keluarga yang sukses adalah yang mampu membagi peran kerja dengan jelas antar anggota, menetapkan jam kerja, dan membuat evaluasi sederhana. Dalam sesi praktik, peserta membuat format pembagian kerja dalam usaha mereka sendiri.
“Dengan pembagian kerja yang baik, usaha jadi lebih efisien, dan konflik antar anggota keluarga bisa diminimalkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rapambinopaka, Lubis, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada tim dosen FEB UHO atas kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakatnya.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Banyak pelaku usaha di desa kami yang selama ini menjalankan bisnis tanpa perencanaan dan pencatatan yang jelas. Dengan adanya pelatihan ini, mereka jadi lebih memahami cara mengelola usaha secara sederhana namun efektif,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga memberikan tanggapan positif. Mereka mengaku banyak mendapatkan wawasan baru yang bisa langsung diterapkan. Salah satu peserta, bernama Nining, sebagai pelaku usaha keripik pisang, mengatakan
“Saya jadi tahu cara mencatat keuangan dan membuat promosi di media sosial. Sekarang usaha saya sudah punya akun WhatsApp Business sendiri,” ucapnya.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan modul pelatihan kepada perwakilan peserta dan perangkat desa, serta foto bersama seluruh peserta dan tim dosen FEB UHO.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Internal Universitas Halu Oleo yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM UHO).
Program ini menunjukkan komitmen UHO dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan. (cds)
Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan







