Muna Barat Salah Satu Miniatur Indonesia menuju Liwu Mokesa
MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Umurnya baru 11 tahun tetapi langkahnya tak ragu. Muna Barat berdiri dengan 11 kecamatan, 85 desa dan kelurahan, satu wajah yang jarang ditemui yaitu miniatur Indonesia. Di sini suku berbeda, bahasa berbeda, agama berbeda. Namun, hidup berdampingan, rukun, dan damai.
Hari ini, nahkoda Muna Barat dipegang pasangan Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Drs. Ali Basa, jargon mereka singkat ‘Muna Barat Liwu Mokesa, daerah yang tumbuh, sehat, dan keren.
Jargon itu tak tinggal di baliho. Siang itu, ia berjalan dalam kirab BKMT Kabupaten Muna Barat.
Barisan dibuka dua pasangan ‘Dhangka Mpaole dan Kalambewuna’ di belakangnya, sekitar 100 orang melangkah seragam. Balutan kostum putih mendominasi. Putih yang bicara tentang keikhlasan dan kesucian dalam beramal.
Di depan, memimpin langsung, berdiri Ibu Rhika Purwaningsih Darwin. Ia ketua TP PKK Muna Barat. Ia juga Ketua BKMT Muna Barat. Dua peran, satu napas perjuangan.
Semboyan BKMT menggema diantara langkah Dakwah mati-matian. Mati dalam dakwah. Dakwah sampai mati.
“Di bawah kepemimpinan Ibu Rhika, BKMT Muna Barat berkomitmen mendukung penuh program religius pemerintah,” kata salah satu peserta kirab.
Program itu punya tiga nama yakni Muna Barat Berjamaah, Muna Barat Bertasbih, dan Muna Barat Mengaji.
Tiga program itu bukan sekadar slogan. Ia adalah jalan. Jalan menuju Liwu Mokesa yang dicita-citakan yakni daerah yang tumbuh ekonominya, sehat masyarakatnya, dan keren budayanya.
Di usia 11 tahun, Muna Barat sedang menulis defenisinya sendiri bahwa menjadi kabupaten muda bukan berarti kecil mimpi. Bahwa keberagaman bukan penghalang rukun. Bahwa dakwah bisa berjalan beriringan dengan pembangunan.
Siang itu, kostum putih melintas di jalan. Bukan hanya kain. Ia adalah pernyataan. Bahwa Muna Barat siap bertumbuh dengan hati yang bersih, melangkah dengan niat yang suci, menuju kampung yang keren. (kjs)
Reporter: La Ode Darlan
Editor: Wulan







