Buton Tingkatkan Pencegahan dan Penanganan Stunting

BUTON, DETIKSULTRA.COM – Pencegahan stunting di Kabupaten Buton terus dilakukan oleh Tim Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi Kabupaten Buton.
Tim yang terdiri dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, menggelar rapat koordinasi pelaksanaan aksi analisis situasi program penurunan stunting untuk mengindetifikasi sebaran prevelensi stunting dalam wilayah Kabupaten Buton, (15/06/20)
Delapan aksi konvergensi ini harus dapat memastikan terpenuhinya kebutuhan data pada Aksi Integrasi lainnya, yaitu: Aksi satu analisa situasi, aksi dua rencana kegiatan, aksi tiga rembuk stunting, aksi empat perbup/perwali tentang peran desa, aksi lima Kader Pembangunan Manusia (KPM), aksi enam manajemen data, aksi tujuh pengukuran dan publikasi dan aksi delapan review kinerja tahunan.
BACA JUGA :
- UHO Matangkan Budaya Mutu, Puluhan Pimpinan Akademik Ikuti Pelatihan SPMI

- PNM Tanam 29.000 Pohon dan Salurkan Bantuan Sosial di 58 Cabang

- Dituding Selewengkan Dana Hibah Rp2 Miliar, Univeristas Mandala Waluya Kendari Tegaskan Hanya Terima Barang

- Inflasi Sultra Mei 2026 Capai 4,07 Persen

- Perkuat Kinerja, BKKBN Sultra Lantik dan Ambil Sumpah Delapan Pejabat Fungsional

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Buton. Rakor diikuti peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan stunting di antaranya, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi Infromatika dan Persandian, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, BKKBN, Dinas Pendidikan, dan Dinas PU.
Pada kesempatan itu Kepala Bappeda, Kabupaten Buton, Ahmad Mulia menegaskan semua yang terlibat dalam penanganan stunting di Kabupaten Buton untuk tetap melakukan kerjasama dalam mendukung penurunan Stunting.
“Kita akan terus berupaya untuk mewujudkan masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, pemenuhan sanitasi dasar dengan menyusun rencana kegiatan dan penganggaran sesuai dengan lokus yang disepakati bersama dan akan diperluas secara bertahap,” katanya.
Reporter: Lhia
Editor: Via












