Advertorial

Evaluasi RTL Kasus Stanting di Bombana, Ir. Ardi: Semua Pihak Harus Berperan Aktif

Dengarkan

BOMBANA, DETIKSULTRA.COM – Menindaklanjuti hasil pertemuan tim audit kasus stunting tingkat Bombana, Pemerintah Kabupaten Bombana dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melaksanakan kegiatan pertemuan evaluasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) stunting di Auditorium Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Selasa (22/11/2022).

Kegiatan yang dibuka Pj Bupati Bombana, melalui Sekda Man Arfa menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan menindaklanjuti hasil pertemuan tim audit kasus stunting.
Kasus Stunting merupakan kegiatan prioritas pada rencana aksi Nasional percepatan penurunan stunting. Untuk itu, pencegahan harus dilakukan secara berkesinambungan agar kasus tidak semakin memburuk atau setidaknya tidak berulang lagi di satu wilayah.

“Kabupaten Bombana sudah bergerak secara terintegrasi dan konvergen dalam penanganan stunting yang sangat serius yakni melalui pembentukan tim audit kasus stunting serta hadirnya Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2022 tentang Peran Desa dalam percepatan penurunan Stunting juga SK Bupati No. 263 Tahun 2021 tentang penetapan 26 Desa Lokasi Fokus (Lokus) stunting tahun 2022” ungkap Man Arfa dalam sambutannya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bombana Ir. Ardi yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengajak semua pihak dan menghimbau pada semua elemen agar bersama-sama memerangi kasus stunting di Bombana.

“Harus memiliki komitmen agar kegiatan pembinaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan dapat menjadi jaminan berhasilnya program yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan pada semua elemen baik dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa untuk berperan aktif dalam penanganan kasus stunting di kabupaten Bombana,” ujar Ir. Ardi di sela kegiatan.

Sesuai data yang ada, presentase kasus stunting di Kabupaten Bombana berkisar 26,8 persen dan dat kasus stunting secara Nasional dari 26,8 persen diharapkan turun menjadi 15,49 persen pada tahun 2024.(*ADV)

 

Reporter: Arif
Editor: Wulan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button