Respons Tragedi Anjal, Gubernur Sultra Instruksikan Aktifkan Rumah Singgah dan Beri Orang Tua Kerja
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sultra tengah merancang skema pembinaan terintegrasi untuk menangani fenomena Anak Jalanan (Anjal) yang kian marak.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat atas tragedi kecelakaan lalu lintas yang menimpa seorang anak penjual tisu di Kota Kendari, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinsos Sultra, Parinringi, menegaskan bahwa penanganan anak jalanan tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan parsial atau hanya sekadar penertiban lapangan, diperlukan adanya ekosistem pembinaan yang menyentuh akar persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan.
“Sesuai arahan Pak Gubernur Andi Sumangerukka, kami tidak hanya melakukan penertiban fisik. Kami sedang menyiapkan skema dimana anak-anak yang terjaring akan mendapatkan pelatihan berkelanjutan serta pemenuhan hak-hak dasar mereka,” ujar Parinringi, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, salah satu point penting dalam skema penertiban terintegrasi
yakni mengaktifkan kembali rumah singgah. Fasilitas ini diproyeksikan bukan sekadar tempat penampungan sementara, melainkan pusat rehabilitasi sosial dan pelatihan vokasi.
Parinringi menjelaskan, rumah singgah akan menjadi titik awal bagi anak-anak untuk mendapatkan pendampingan psikologis. Setelahnya, mereka akan diarahkan kembali ke sekolah formal atau dibekali keterampilan khusus.
Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Sinergi antarwilayah sangat penting karena pergerakan anak-anak ini lintas administratif. Kami ingin memastikan ada pemantauan pasca-pelatihan agar mereka tidak kembali lagi ke jalanan,” tambahnya.
Menyadari faktor ekonomi keluarga sebagai pendorong utama, Pemprov Sultra juga menerapkan “solusi hulu” dengan melakukan intervensi terhadap orang tua.
Sebagai langkah konkret, Gubernur Andi Sumangerukka menginstruksikan agar orang tua dari bocah penjual tisu yang menjadi korban kecelakaan diberikan pekerjaan sebagai tenaga alih daya (outsourcing) di Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sultra.
Kepala Biro Umum Setda Sultra, Mukhtar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyiapkan posisi tersebut. Saat ini, proses administratif tengah berjalan.
“Sudah kami fasilitasi dan siap diterima. Namun, yang bersangkutan masih meminta waktu untuk proses pindah rumah,” kata Mukhtar saat memberikan keterangan mengenai progres instruksi gubernur tersebut.
Melalui komitmen ini, Pemprov Sultra berharap dapat menekan angka kecelakaan anak di jalan raya sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Penanganan anak jalanan kini diletakkan dalam kerangka tanggung jawab kemanusiaan dan keadilan sosial yang berkelanjutan. (cds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan





