Warga Buke Konsel Akui Jadi Korban Pungli Program Bedah Rumah

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dugaan pengutan liar (Pungli) program bantuan bedah rumah diungkap warga Desa Buke, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satu calon penerima bantuan bedah rumah, Anas Riadi, mengungkapkan bahwa dirinya merupakan korban pungli, yang diduga dilakukan oknum pengurus bedah rumah.
Terjadinya dugaan pungli, kata dia, berawal saat dirinya diajukan Pemerintah Desa (Pemdes) Buke untuk mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat. Karena syaratnya mendapat bantuan bedah rumah ini harus mengumpulkan dokumen, maka ia menyerahkan beberapa dokumen pendukung seperti fotokopi suami istri, dan fotokopi Kartu Keluarga (KK). Namun yang mencengankan, ketika ia dimintai oleh pengurus untuk membayar Rp1 juta, agar bantuan tersebut bisa ia dapatkan.
Dirinya menyebut, uang itu diserahkan kepada pengurus atas nama Halita yang juga diperintahkan oleh Aminuddin sekitar Bulan November 2024 lalu.
“Dimasih waktu apabila jangka dua hari uang 1 juta tidak ada, kami akan dibatalkan atau diganti. Disitulah saya inisiatif, bahkan saya pinjam uang demi membayar,” katanya kepada awak media, Senin (10/11/2025).
Berjalan beberapa bulan kemudian, bantuan tersebut tak kunjung turun. Di waktu yang sama, karena dirinya membutuhkan uang, sehingga uang Rp1 juta diminta kembali, tepatnya pada Bulan Juni 2025.
Ia menghubungi Aminuddin. Kemudian diarahkan Aminuddin untuk menghubungi Jamal, pemilik toko di Desa Kiaeya, yang ditunjuk sebagai menyuplai material pambangunan bedah rumah, termasuk di Desa Buke.
“Saya telepon, Pak Jamal bilang tidak ada masalah, kemudian saya diarahkan untuk ke rumah Pak Jamal, dan disitu Pak Jamal sampaikan kalau ada keluarga yang ingin mengambil uang, yang tidak sabar silahkan datang,” tuturnya.
Tak berselang lama, bantuan tersebut akhirnya turun, namun namanya tidak masuk sebagai penerima bantuan bedah rumah. Padahal, berkasnya sudah ia setorkan ke pengurus penerima bantuan bedah rumah.
Ia berpendapat, namanya tidak masuk menjadi penerima, karena uang Rp1 juta yang dirinya setorkan diambil kembali.
“Nama saya mungkin diganti, hanya kemungkinan uang saya ambil kembali karena butuh. Karena yang tidak ambil ini uangnya sekitar 20 orang sekarang sudah dibikin rumahnya,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan Karianto. Warga Desa Buke ini mempertanyakan mengapa hingga saat ini, bantuan tersebut belum didapatkannya. Padahal, namanya berada di urutan pertama saat pendataan.
Bahkan, dirinya mengaku ikut membayar Rp1 juta sama seperti yang lainnya, demi memperoleh rumah yang layak huni.
“Saya pertanyakan kenapa saya tidak dapatkan bantuan, karena semua orang di tetangga saya dapat, mungkin gara-gara saya ambil kembali uang yang saya kasih masuk di pengurus,” akunya.
Harianto memgaku, saat dirinya meminta uang yang ia pernah setorkan karena dirinya butuh uang tersebut, ia diarahkan untuk mengambil uang itu kepada Jamal.
“Saya disuruh pergi ambil uang di tempat pengiriman bahan (toko) Pak Jamal, habis itu saya tidak urus mi. Nanti setelah turun bahan, saya pertanyakan kenapa saya tidak dapat, katanya kenapa ko tarik uang mu, kalau ko tidak tarik uang kau akan dapat, saya bilang sudah mi kalau begitu jalan ceritanya,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Desa (Kades) Buke, Nuratia, mengaku tidak tahu menahu terkait adanya permintaan uang senilai Rp1 juta kepada calon penerima bantuan bedah rumah.
“Saya tidak tahu itu, kalau ada permintaan uang,” ucapnya.
Sepengetahuannya, dirinya hanya mengusulkan nama-nama warganya yang memang layak untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Sekalipun yang ia usulkan tidak tercover, itu bukan ranahnya lagi.
“Tugas saya hanya mengusulkan bersama Aminuddin, saya 20 orang, dan Aminudin 10 orang. Terkait permintaan uang itu tidak ada, boleh ditanya yang terima bantuan. Bahkan, Pak Jamal sampaikan pada saat rapat, itu tidak dipungut biaya, semuanya gratis,” bebernya.
Jamal, yang juga dihubungi awak media ini membantah seluruh tudingan terkait dirinya yang mengarahkan, menampung uang dari calon penerima bantuan bedah rumah.
“Informasi yang sangat sesat, saya tidak pernah meminta, menelpon, mengarahkan apapun itu tidak ada saya terima sepeser pun,” terangnya.
Sebagai informasi, program bantuan bedah rumah untuk masyarakat kurang mampu, merupakan aspirasi dari Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sultra, Ridwan Bae. (bds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan








mantapp๐๐ป๐๐ป๐๐ป
mantap๐๐ป๐๐ป๐๐ป