Opini

Berikan Mandat Kepada Bulog Untuk “Mengolah Beras Kualitas Rendah Jadi Tepung” (Solusi Cerdas Untuk Ketahanan Pangan)

Dengarkan

Berikan Mandat Kepada Bulog
Untuk “Mengolah Beras Kualitas Rendah Jadi Tepung”
(Solusi Cerdas Untuk Ketahanan Pangan)

 

Oleh: DRLAK|Amijaya Kamaluddin

Beberapa hari ini kita di suguhkan berita terkait beras oplosan yang cukup meresahkan kita, padahal saat ini kita bangga memiliki sto 4 juta ton yang dikuasai pemerintah, artinya bila kondisi ketahanan pangan kita surplus tentunya harga beras akan menjadi adem di pasaran akan tetapi issu harga beras terus merangkak naik ini bukan kebetulan.

Beras sebagai  salah satu bahan pangan pokok bagi masyarakat tentu akan menjamin ketersediaan pangan setiap saat di antara musim dan di setiap tempat di seluruh nusantara. Sebagai negara agraris namun, di tengah upaya untuk mencapai ketahanan pangan, kita dihadapkan pada tantangan terkait kualitas beras yang beredar di masyarakat.

Salah satu isu yang perlu diperhatikan adalah keberadaan beras kualitas rendah (broken). Beras broken biasanya digunakan untuk pembuatan tepung beras, nasi goreng, atau produk olahan lainnya. Meskipun beras patah tidak sepopuler beras kepala/utuh, ia masih dapat digunakan dalam berbagai masakan.

Dalam konteks ini, Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) memiliki peran penting dalam mengendalikan pengadaan dan distribusi beras. Sebagai usulan agar pemberian mandat kepada “Perum Bulog” untuk mengolah beras kualitas rendah menjadi tepung beras adalah langkah cerdas dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di Indonesia. Dengan memanfaatkan beras kualitas rendah, kita tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui pengolahan ini, Bulog dapat berperan aktif dalam meningkatkan ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan akses pangan yang lebih baik bagi masyarakat.  Oleh karena itu, sekali lagi penting untuk memberikan mandat kepada Bulog untuk memanfaatkan beras kualitas rendah menjadi produk yang lebih bermanfaat, seperti tepung beras.

Keberadaan Beras Kualitas Rendah (Broken)

Beras kualitas dendah itu hampir disetiap penggilingan secanggih apapun pasti menghasilkan butiran beras patah, hal ini dikarenakan tingkat kekeringan gabah yang tidak merata dan sangat di pengaruhi foktor kadar air bawaai gabah sebelum di proses di  penggilingan beras. Olehnya itu perlu juga kita ketahui bawha keberadaan beras yang dimiliki pemerintah dan di pasaran  termasuk stok di masyarakat itu bersumber dari penggilingan sehingga memiliki beras kualitas rendah atau brokenadalah hal yang bersifat given dalam perberasan. Sebagai dampak atau di biasa di sebut dalam industri perberasan dianggap residu yang terdiri dari 10 jenis patahan beras. Olehnya itu mengetahui beras broken adalah beras yang memiliki butiran patah atau pecah. Ada beberapa level atau jenis patah beras yang biasanya digunakan dalam klasifikasi di perberasan, antara lain:

  1. Beras Broken Level 1 (Premium):

Beras dengan jumlah butiran patah yang sedikit (sekitar 5-10%). Biasanya oleh masyarakat diklaim sebagai beras premium yang banyad ada di toko modern dan pasar pasar atau swalayan modern lainnya.

  1. Beras Broken Level 2 (Medium):

Beras dengan jumlah butiran patah yang lebih banyak (10-25%). Beras ini dikenal dengan istila beras medium, jenis pengadaan beras medium itu dalam impres pemerintah banyak masuk sebagai stokpemerintah yang saat ini di kuasi Bulog sesuai impres perberasan.

  1. Beras Broken Level 3 (Anyquality):

Beras dengan jumlah butiran patah yang sangat banyak (lebih dari 25%). Banyak beredar dimasyarakat dikarenakan mesin pengolah padinya belum modern namun sering kali produksi penggilingan beras yang dihasilkan menjadi sasaran beras unruk di oplos di level 2 dan 3 diatas.

Beras kualitas rendah sering kali ditemukan di berbagai tempat, mulai dari rumah tangga, petani, pedagang, hingga penggilingan. Beras ini biasanya dihasilkan dari proses pertanian yang kurang optimal atau karena faktor cuaca. Masyarakat sering kali tidak menyadari bahwa beras kualitas rendah ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, sehingga berpotensi menjadi limbah yang tidak terpakai.

Oleh karena Perum Bulog secara institusional memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di masyarakat maka dengan memberikan mandat untuk mengolah beras kualitas rendah untuk di jadikan tepung beras semisal atau menjadikan produk turunan lainnya, Bulog dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya pangan yang ada sehingga butiran beras level 3 di olah menjadi tepung beras maka tidak aka nada lagi pencampuran beras oplosan yang beredar dimasyarakat karena sudah tergeneratif kedalam produk turunan beras menjadi tepung beras.

Di sisi lain, pemerintah melalui Bulog mengelola stok beras pemerintah yang berasal dari pengadaan dalam negeri dan beras impor. Dalam pengadaan ini, tidak jarang terdapat beras kualitas rendah yang berisiko tidak terpakai. Jika tidak ditangani dengan baik, beras kualitas rendah ini dapat menambah beban bagi masyarakat dan pemerintah, terutama dalam konteks ketahanan pangan.

Pentingnya Pengolahan Beras Kualitas Rendah

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah beras kualitas rendah adalah dengan mengolahnya menjadi tepung beras. Tepung beras memiliki banyak kegunaan dalam industri makanan, seperti bahan dasar untuk kue, mie, dan berbagai olahan pangan lainnya. Dengan memanfaatkan beras kualitas rendah menjadi tepung, kita tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan produk baru yang dapat meningkatkan nilai tambah.

Pengolahan beras kualitas rendah menjadi tepung beras juga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan mengatasi permasalahan beras oplosan secara tidak bertanggung jawab.

Tepung beras dapat digunakan sebagai solusi untuk bahan substitusi dalam berbagai produk makanan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan pangan lain yang mungkin lebih mahal atau sulit didapat. Selain itu, tepung beras juga dapat digunakan dalam program bantuan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan.

Pemberian Mandat untuk Bulog

Untuk memahami alasan kenapa Bulog perlu diberimandat untuk mengelolah industry tepung beras sebagai bagian dari produk turunan beras yang masih besar ruang keekonomiannya, bila dilihat dari kebutuhan masyarakat akan tepung beras berkisar di angka 500.000 Ton sampai dengan 600,00 ton setahun dengan tren peningkatan  seiring dengan pertumbuhan industry makanan  dan minuman terutama untuk produksi seperti kue, bubur bayi, mie beras dan makanan snak ringan lainnya.

Hal lain untuk melihat kapasitas produksi tepung beras didalam negeri saat ini ada dikisaran 300 000 s/d 400.000 ton setahun yang berasal dari penggilingan skala kecil dan menengah yang di lakukan oleh UMKM dan beberapa pabrik pengolahan beras. Ironisnya pemerintah masih memngimpor tepung beras di kisaran 100.000 ton – 200-000 ton per tahun terutama dari Thailan, India dan Vietnam.hail ini impor di lakukan untuk memenuhi kekurangan pasokan  dalam negeri  terutama untuk menambah pasokan industri yang memerlukan tepung beras dengan standar khusus (misalnya, teksturlebih halus atau kadar air tertentu).

Untuk pencarian solusi atas permasalahan beras oplos dengan mengoptimalkan beras kualitas level 3 (anyquality) gagasan ini layak di rekomendasikan kepada pemerintah guna memberikan mandat kepada Perum Bulog untuk di tambah penugasannya dalam mengolah beras kualitas rendah menjadi tepung beras. Mandat ini akan memungkinkan Bulog untuk:

  1. Membangun Infrastruktur Pengolahan: Bulog perlu membangun fasilitas pengolahan tepung beras yang memadai. Dengan adanya infrastruktur yang baik, proses pengolahan dapat dilakukan secara efisien dan menghasilkan produk yang berkualitas.
  2. Meningkatkan Kualitas Produk: Dengan teknologi yang tepat, Bulog dapat memastikan bahwa tepung beras yang dihasilkan dari beras kualitas rendah tetap memenuhi standar kualitas yang baik. Ini penting agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh masyarakat dan industri.
  3. Distribusi dan SC Pemasaran: Bulog memiliki jaringan distribusi yang luas. Dengan memproduksi tepung beras, Bulog dapat memasarkan produk ini ke berbagai daerah, termasuk ke toko modern dan pasar tradisional. Ini akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan tepung beras yang terjangkau.
  4. Program Sosial: Bulog dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial untuk mendistribusikan tepung beras kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini akan membantu meningkatkan akses pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Manfaat Pembangunan Ekonomi Lokal  Dan Sosial

Dengan Pengolahan beras kualitas rendah menjadi tepung beras tidak hanya memberikan manfaat dari segi ketahanan pangan, tetapi juga dapat memberikan ruang bagi masyarakat berdampak positif bagi ekonomi lokal di masyarakat. Dengan menciptakan produk baru, Bulog dapat membuka lapangan kerja baru dalam proses produksi, distribusi, dan pemasaran tepung beras dengan melibatkan masyarakat seperti RPK (Rumah Pangan Kita) sebagai distribusi chanel dalam rantai pasokan Bulog. Hal Ini akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, hal ini bisa di kerjasamakan dengan “Koperasi Merah Putih” agen distribusi chanel yang merasy di seluruh Provinsi, Kabupaten di setiap kelurahan Desa seluruh Indonesia, dan hal ini sangat relevan dengan Asta cita Presiden Prabowo dalam menjaga ketahanan pangan, keterjangkauan antar tempat, dan mudah di akses bagi setiap masyarakat. Hal ini sangat penting dalam upaya menjaga kesehatan dan gizi anak untuk pemenuhan Makan bergizi dan sekolah Rakyat dapat terpenuhi rantai pasokan kebutuhan pangannya.

Mari kita dukung langkah ini agar Bulog dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan masyarakat, kita dapat bersama-sama menghadapi tantangan pangan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua.

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button