Antrean Mengular, Kapolres Konawe Imbau SPBU Tak Layani Tangki Modifikasi
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat kini makin panjang dan mengular hingga ke jalan raya. Guna mengantisipasi terjadinya peristiwa yang dapat membahayakan pengguna jalan umum, Polres Konawe mengimbau SPBU tidak melayani pengantre yang menggunakan tangki rakitan. Sikap tegas ini diambil selain untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, diharapkan juga penyaluran BBM tepat sasaran kepada masyarakat.
Kapolres Konawe, AKBP Edi Raharjono, menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan menindak pihak SPBU maupun pengendara yang kedapatan melanggar aturan tersebut.
”Jika ditemukan, Polisi tidak akan segan-segan mengambil langkah tindakan tegas baik terhadap pihak SPBU maupun pengendara yang menggunakan tangki rakitan,” katanya kepada awak media, Kamis (06/08/2026).
Ia menambahkan, sebagai langkah pengamanan dan penguraian kemacetan, Polres Konawe menyiagakan personel untuk melakukan pengawasan rutin di setiap SPBU. Pengawasan ini difokuskan untuk memastikan distribusi BBM sesuai regulasi sekaligus mencegah praktik penyelewengan.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan manajemen SPBU guna memonitor ketersediaan stok BBM secara berkala. Koordinasi ini diharapkan mampu menekan lonjakan antrean kendaraan yang kian mengganggu arus lalu lintas.
“Kami imbau juga kepada seluruh pengendara yang mengantri agar tetap tertib memarkirkan kendaraannya. Agar tidak menghambat akses keluar-masuk rumah warga sekitar serta kenyamanan pengguna jalan lainnya,” tutupnya. (cds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan








motor bertangki besar tidak di modifikasi, tapi 1 org bisa punya motor sampai 5 unit , di ikut antri berulang2, karena mereka pebisnis BBM,
sebaiknya polres dan pihak SPBU membuat aturan ke petugas,
1 motor besar banding 4-6 motor kecil, di TKP bahkan motor besar pedagang BBM biasa juga masuk di jalur motor kecil, akibatnya antrian motor sampai di jalan,
mereka sama sekali TDK peduli ibu ibu RT ,anak,sekolahan,pegawai ASN dan yg lewat, hanya motor kecil harus mengantri -+1 jam hanya untuk mengisi 2-3 ltr, padahal motor besar 1 kali mengisi bisa sampai 20 ltr 2x barcode . ini sdh keterlaluan..mohon di utamakan , pengguna motor biasa , bukan para pedagang BBM itu.
spy jangan kelamaan mengantri
mohon polres turun kan anggotanya menertibkan