Headline

DPRD Sultra Soroti Tiga Mega Proyek Ali Mazi

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra meminta Pemprov Sultra mengevaluasi ulang mega proyek Ali Mazi yang menelan anggaran fantastis.

Sorotan tersebut mengarah pada tiga mega proyek gubernur yakni pembangunan RS Khusus Jantung, perpustakaan berskala i ternasional, dan penanganan jalan wisata jalur Kendari-Toronipa (Konawe).

Wakil Ketua DPRD Sultra, Muh Endang menyebutkan bahwa sorotan anggaran mega proyek itu muncul swbagai tindaklanjut dari pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, soal evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pemerintah provinsi (Pemprov) se-Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra).

[artikel number=3 tag=”dprd,alimazi”]

Kepada wartawan, Wakil Ketua DPRD Sultra itu mengatakan, tiga mega proyek yang menelan anggaran triliunan rupiah dari hasil pinjaman daerah sebesar Rp 1.195.000.000.000. Angka ini cukup besar dan diprediksi boros, sehingga perlu ada dievaluasi.

Seperti proyek pembangunan perpustakaan, menurut Endang, dana proyeknya sampai miliaran itu sangat tak pantas karena perkembangan teknologi telah merubah paradigma pengunjung perpustakaan ke arah digitalisasi.

Untuk itu, perpustakaan bukan lagi menjadi bangunan atau gedung penyimpanan buku serta tempat yang eksklusif, tetapi lebih ke pemanfaatan teknologi, sehingga kebutuhan informasi pengunjung perpustakaan bisa didapatkan tanpa harus berkunjung langsung ke perpustakaan.

“Kami berharap, kiranya era ini lebih tepat melakukan support digitalisasi yang ada menuju E-Library atau pembangunan digitalisasi, sehingga lebih bermanfaat dan efisien dari sisi anggaran, sehingga proyek yang menelan anggaran Rp 94.000.000.000 itu harus ditinjau kembali,” ujarnya, Selasa (29/10/2019).

Kemudian mega proyek lainnya seperti pembangunan jalan akses pariwisata Kendari – Toronipa yang menelan anggaran Rp804.000.000.000, lanjut Ketua DPD Partai Demokrat Sultra ini, juga perlu dilakukan evaluasi.

Meskipun diakuinya dalam pembangunan infrastruktur jalan pada khsusnya penting dilakukan, tetapi juga peru dipertimbangkan skala prioritasnya, apalagi dengan serapan anggaran yang sangat besar.

Dengan anggaran fantastis seperti itu, menurutnya hanya ada pemborosan anggaran. Karenanya kata politisi Demokrat ini, masih banyak infrastruktur jalan yang perlu di diperbaiki karena mengalami kerusakan yang sangat berat.

Contohnya beber dia seperti di Kabupaten Muna tepatnya di Lakapera, Lalembuu Konawe Selatan, Buton Selatan dan daerah lainnya.

“Kalau jalan-jalan yang saya sebutkan tadi dijadikan prioritas, justru akan lebih bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, ketimbang akses Kendari-Toronipa. Kalau pun mau dibangun untuk kebutuhan akses ke obyek pariwisata, seyogyanya tidak menelan anggaran fantastis hingga triliunan rupiah,” terangnya.

Kemudian proyek pembangunan rumah sakit jantung bertaraf international itu, dikatakannya tingkat urgensinya belum menjadi prioritas. Pertimbangannya ada beberapa hal seperti kesiapan sumberdaya manusianya dan fasilitasnya akan tersendat, karena belum memadai.

“Justru, bagi kami akan lebih sepakat, jika Pemprov Sultra memaksimalkan kualitas layanan RSUD Bahteramas. Karena di RSUD Bahteramas itu baru dua dokter spesialisnya yang khusus menangani jantung, kenapa bukan itu saja yang ditingkatkan,” tutupnya.

Reporter: Sunarto
Editor: Dahlan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button