Muna

Penerima Bantuan Perumahan Nelayan di Napabalano Muna Disorot

Dengarkan

MUNA, DETIKSULTRA.COM – Penerima manfaat bantuan perumahan nelayan di Kelurahan Napabalano, Kecamatan Naabalano, Kabupaten Muna mendapat sorotan masyarakat.

Pasalnya, 20 unit bantuan perumahan nelayan atas aspirasi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae itu diduga disalahgunakan.

Berdasarkan pengakuan salah seorang warga penerima manfaat, kebanyak bukan berprofesi nelayan. Dari nama-nama diketahui ada yang bekerja sebagai pengusaha mabel, kepala sekolah swasta, honorer, karyawan ASDP bahkan diduga orang-orang yang memilki kedekatan dengan salah seorang pengawas proyek pembanguan perumahan tersebut.

“Dari 20 nama itu kebanyakan bukan profesi nelayan, itu yang depan rumahnya mantan lurah, mas-mas pengusaha mabel dapat, terus keluarganya pengawas dapat juga mereka bukan profesi nelayan dan ada juga kepala sekolah yayasan dan termasuk karyawan ASDP,” ungkapnya

Lurah Napabalano, Kartiani dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu soal penerima manfaat perumahan nelayan tersebut. Ia baru saja menjabat sebagai lurah di Kelurahan Napabalano.

Penerima Bantuan Perumahan Nelayan di Napabalano Muna Disorot

“Saya tidak tahu siapa-siapa orangnya, nama-namanya ada sama mantan Lurah, dia yang lebih tahu,” ujarnya dikonfirmasi di kantornya, Jumat (11/2/2022).

Beberapa waktu lalu, kata dia, ada pertemuan para penerima manfaat dan Asisten II Setda Muna. Tetapi tidak semua hadir dalam pertemuan itu.

Sementara mantan Lurah La Mpuhu membantah adanya informasi tersebut.
Menurut dia, nama-nama yang mendapatkan bantuan rumah nelayan itu sudah terekomendasi oleh Pemkab Muna. Bahkan sudah terverifikasi oleh satker perumahan. “KTP mereka pekerjaan nelayan,” akunya.

Hanya saja ia tidak menampik dari beberapa nama penerima manfaat itu, saat ini tidak berada di tempat.

“Ada yang ke perantauan, tapi ada istrinya,” tutupnya. (bds*)

Reporter: Abd Rasyid S.
Editor: J. Saki

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button