Kampus

Manajemen UHO Dorong Wanita Nelayan Bokori Perluas Pasar Lewat Diversifikasi Produk Perikanan

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Halu Oleo (UHO) terus mendorong wanita nelayan di Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe untuk memperluas pasar melalui diversifikasi produk perikanan.

Upaya ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan laut, tetapi juga memperluas pangsa pasar produk lokal. Langkah itu juga menunjukkan peran strategis dalam pengembangan ekonomi pesisir melalui inovasi dan diversifikasi produk olahan perikanan.

Kegiatan tersebut bertempat di Balai Desa Bokori, Minggu (5/10/2025), dengan tema Diversifikasi Produk Perikanan Untuk Meningkatkan Pangsa Pasar Produk Olahan Wanita Nelayan Di Desa Bokori Kabupaten Konawe.

Koordinator Dosen Pelaksana sekaligus Ketua Jurusan Manajemen FEB UHO, Dr. Juharsah mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen nyata dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Desa Binaan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat desa secara langsung untuk bersama-sama memecahkan berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, program Desa Binaan ini dirancang sebagai wadah kolaboratif antara dunia akademik dan masyarakat lokal untuk menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan.

Dosen berperan sebagai pendamping dan fasilitator dalam penerapan ilmu manajemen yang aplikatif, sedangkan mahasiswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan ini mulai dari edukasi manajemen usaha mikro, pelatihan pengelolaan keuangan keluarga, pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat, hingga pengelolaan sumber daya kelautan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

“Sedangkan, masyarakat Bokori menjadi mitra utama yang ikut menentukan arah kegiatan, sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal,” terangnya.

Pemilihan Desa Bokori sebagai lokasi kegiatan, karena desa tersebut memiliki karakteristik geografis dan sosial yang mencerminkan keterpaduan antara potensi kelautan, pariwisata, dan ekonomi pedesaan.

Dengan posisi sebagai desa pesisir yang kaya sumber daya alam namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Bokori menjadi lokasi ideal untuk penerapan konsep manajemen berbasis pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin menjadikan Desa Bokori sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Program Studi Manajemen FEB UHO terus berupaya menjadi motor penggerak dalam pembangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

“Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari misi perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berhenti di ruang kuliah, tetapi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Dr. Juharsah menyampaikan, melalui program tersebut, kampus menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu manajemen dan bisnis.

“Peran ini tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berkomitmen terhadap kemajuan wilayah pesisir dan pedesaan, sebagai bagian dari langkah strategis menuju reputasi global pada tahun 2045,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan program ini sejalan dengan visi besar Program Studi Manajemen FEB UHO yaitu Menjadi Pusat Pengembangan Keilmuan Manajemen dan Bisnis yang bereputasi global dalam mendukung pengembangan wilayah, pesisir, kelautan, dan pedesaan pada tahun 2045. (bds)

Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button