Muna

Situs Peninggalan Purbakala, Gua di Tanah Muna Diusul Jadi Warisan Budaya Gua Tertua di Dunia

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Liang Kabori merupakan salah satu gua di Indonesia yang menjadi situs peninggalan purbakala yang dilindungi dan dilestarikan oleh pemerintah. Salah satu gua alam ini terletak sekitar 10 kilometer dari pusat ibu kota Raha tepatnya antara Desa Masalili dan Desa Bolo, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Untuk sampai ke titik lokasi, para pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau umum dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam. Tetapi untuk mencapai ke bibir gua dibutuhkan perjalanan lagi sejauh sekitar tiga kilometer.

Situs ini juga menjadi tempat wisata serta penelitian purbakala oleh para arkeolog.

Liang Kabaori jika diartikan sesuai dengan namanya berarti gua tertulis. Sebab di gua ini bisa ditemukan berbagai macam lukisan di ornamen dinding berwarna merah. Hal ini membuktikan adanya peradaban atau jejak kehidupan manusia masa lampau dari tanah Muna.

Potret tersebut menggambarkan cara hidup masyarakat Muna kala itu, mulai dari berternak, berburu hingga bercocok tanam dan beberapa makna lainnya.

Gua ini memiliki ciri khas dengan beragam lukisan yang tergores di dinding gua, mulai dari gambar kuda, matahari, layang-layang, perahu dan lainnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Hugua mengatakan, situs peninggalan tersebut merupakan warisan dan identitas masyarakat Sultra khususnya Muna.

Baca Juga : Hugua: Liang Kabori Destinasi Wisata Dunia

“Liang kabori ini merupakan situs peradaban kuno, bahkan diyakini telah ada sejak 60 ribu tahun sebelum masehi, gua ini merupakan kaleidoskop kehidupan yang menggambarkan tentang sistem kehidupan kala itu,” katanya.

Lebih lanjut, Hugua mengungkapkan, dalam mendukung situs liang kabori mendunia maka, pemerintah baik provinsi maupun kabupaten akan membentuk tim khusus untuk melengkapi syarat akademis dan administratif.

Tim ini yang akan mempersiapkan kelayakan, untuk membawa gua di tanah Muna ini menjadi Intangible Cultural Heritage di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Kendati demikian, dalam mempersiapkan situs ini mendunia tentu bukan sesuatu hal yang mudah, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai sesuatu pada titik yang telah direncanakan.

“Tentu ini akan membutuhkan waktu 3-4 tahun kedepan, karena sama seperti Wakatobi, untuk dikenal dunia dengan keindahan cagar biosfer membutuhkan waktu bertahun-tahun,” pungkasnya. (Ads)

 

Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button