Jembatan Bambu Rusak Jadi Akses Siswa SMPN 20 Kendari Pulang dan Pergi Sekolah
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Jembatan penyeberangan berbahan bambu yang menjadi akses siswa menuju SMPN 20 Kendari di Jalan Singa, BTN Griya Zarindah, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, kini dalam kondisi rusak parah.
Jembatan tersebut menghubungkan kawasan BTN Griya Zarindah dengan lingkungan sekolah dan telah digunakan warga, termasuk para siswa, selama sekitar dua tahun.
Salah seorang warga BTN Griya Zarindah sekaligus orang tua siswa, Novalruddin, mengatakan jembatan bambu itu setiap hari dilalui anak-anak saat berangkat maupun pulang sekolah.
“Anak saya biasa lewat jembatan itu pergi dan pulang sekolah,” kata Novalruddin saat dihubungi via whatsapp, Selasa (15/09/2026).
Menurutnya, kondisi jembatan yang semakin rusak mulai menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua. Bahkan, sudah ada siswa yang terjatuh saat melintasi jembatan tersebut.
“Sudah ada siswa yang jatuh dan trauma lewat jembatan bambu itu,” ujarnya.
Novalruddin mengaku kondisi jembatan tersebut telah dilaporkan kepada RT setempat. Namun, hingga kini akses tersebut masih digunakan siswa karena menjadi jalur yang lebih dekat menuju sekolah.
Ia menjelaskan, sebenarnya tersedia akses jalan utama yang bisa digunakan untuk menuju SMPN 20 Kendari. Namun, jaraknya lebih jauh sehingga siswa maupun orang tua harus menggunakan kendaraan bermotor.
“Memang ada akses jalan besar atau jalan utama, tetapi harus menggunakan motor karena jaraknya jauh,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait segera memperhatikan kondisi jembatan tersebut sebelum terjadi kecelakaan yang lebih serius, mengingat jembatan menjadi akses harian anak-anak menuju sekolah.
“Harapannya segera diperbaiki karena yang lewat anak-anak sekolah setiap hari,” pungkasnya. (bds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan







