KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Epan, warga Desa Pewutaa Kecamatan Angata, Konawe Selatan, hanya terbaring lemas di kosannya di Kecamata Baruga, Kota Kendari. Ia tak lagi menjalani rawat inap Rumah Sakit Bahteramas Sultra karena dipulangkan, padahal penyakit ususnya yang menggantung diperut belum sembuh total.
Saat detiksultra.com menyambangi kosannya, nampak Epan hanya bisa merintih saat sakit usus perutnya yang dibungkus plastik, kambuh, dan tak jarang ia nekat memukuli tembok kosnya lantaran sakit usus yang menderanya.
“Yang saya rasa sakit sama perih,” ungkapnya singkat.
Bapak satu anak itu dipulangkan pihak Rumah Sakit Bahteramas usai beberapa hari menjalani operasi. Diagnosis dokter, Epan menderita tumor usus. Mirisnya, belum fit kondisi epan pasca menjalani operasi pihak rumah sakit sudah mengijinkannya pulang.
BACA JUGA:
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat Bukan untuk Jadikan Tanah Adat sebagai Tanah Negara
- Visioner Indonesia Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Terkait Pelaporan Gubernur Sultra ke KPK
- Bupati Muna Barat Beri Santunan Keluarga Korban Serangan Ular Piton
- UHO Wisuda 752 Lulusan, Rektor Ingatkan AI Tak Bisa Gantikan Integritas
- Kejaksaan Vs Polri Sedang Diuji Dalam Keadilan Institusi Hukum Lewat Lensa Analisis Game Theory(teori permainan)
Epan masuk Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara setelah dirujuk dari Puskesmas Angata, Konsel, pada 1 Desember lalu. Rabu, pekan lalu ia menjalani operasi yang kedua kali setelah operasi pertama dilakukan di Rumah Sakit Makassar, Sulawesi Selatan.
Epan diklaim mengalami Ostrupsi atau buntunya lubang dubur akibat adesi perlengketan di usus paling bawah menuju anus.
Akibat perlengketan ini, dokter melakukan Kolonus Tomi untuk menyelamatkan pasien, dan tindakan tersebut dianggap final terminal pada pasien penderita kanker usus.
Keseharian Epan selama di Kendari, ditemani oleh sang istri, yang bakal siaga membantunya menjalani rawat jalan.
Reporter: Sunarto
Editor: Dahlan







