Pernikahan Dini Dominasi di Sultra, Wagub Sultra Himbau Remaja Jauhi Pernikahan dini
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Pernikahan dini di Sulawesi Tenggara (Sultra), masih didominasi remaja berumur 16 – 20 tahun.
Dalam menekan laju pernikahan dini kalangan remaja, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) mendorong pengembangan program Generasi Berencana (GenRe).
Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, Lukman Abunawas menyatakan program GenRe BKKBN, selain dapat menekan jumlah pernikahan dini, juga dapat mengembangkan karakter dan potensi remaja sehingga bermanfaat dalam pembangunan karakter bangsa.
BACA JUGA:
- Di Balik Lolosnya Nikel Ilegal di Sultra, Praktisi Hukum Pertanyakan Surveyor yang Tak Pernah Tersentuh Hukum
- Sprindik Baru TPPU Kasus Korupsi Nikel PT Antam Konut, Jaksa Amankan Ratusan Tumpukan Ore Nikel
- 81 Tahun Indonesia Merdeka, Apakah Buruh Sudah Merdeka?
- DPRD Kendari Gelar Paripurna HUT ke-81 RI, Siska: Pembangunan Butuh Kolaborasi
- Target Kasus Korupsi Tambang PT Babarina Dilimpahkan Tahun Ini, Kajati Sebut Banyak Pihak Terlibat
“Menghindari pernikahan dini berarti menghindari prilaku seks bebas, sehingga remaja dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa,” kata dia, Senin (23/12/2019)
“Pemprov Sultra mendukung program GenRe. Program ini diharapkan bisa menekan dan menciptakan generasi muda yang berkualitas,” lanjutnya.
Selain itu, “Ayah GenRe” Sultra ini mengakui akibat perkembangan teknologi global, para remaja rentan dengan pengaruh – pengaruh sosial yang lebih cenderung berdampak negatif.
Reporter: Sunarto
Editor: Qs







