Dilantik Jadi Rektor UHO, Takdir Saili Dapat Pesan Tegas Mendiktisaintek
KENDARI, DETIKSULTRA.COM ā Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., resmi menjabat Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) setelah dilantik Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Brian Yuliarto, Selasa (20/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Brian menitipkan sejumlah pesan penting kepada Takdir Saili, mulai dari menjaga persatuan sivitas akademika hingga memastikan pendidikan, riset, dan inovasi UHO memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Brian menegaskan, memimpin perguruan tinggi bukan sekadar menjalankan urusan administratif. Seorang rektor memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan mahasiswa, harapan orang tua, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat.
āAda mahasiswa yang datang dengan cita-citanya, ada orang tua yang menitipkan masa depan anaknya, ada masyarakat yang menantikan manfaat ilmu pengetahuan, dan juga ada dosen-dosen serta tenaga kependidikan yang bekerja setiap hari untuk memajukan perguruan tinggi,ā ujarnya.
Menurut Brian, keberhasilan universitas tidak cukup diukur dari prestasi akademik maupun pembangunan fasilitas kampus. Perguruan tinggi juga harus mampu menghadirkan pendidikan berkualitas, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, serta membuka kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Prof. Takdir Saili, UHO semakin memberikan ruang bagi dosen untuk berkarya, mahasiswa untuk mengembangkan potensi, serta tenaga kependidikan untuk berkontribusi dalam memajukan institusi.
Kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, kata dia, juga harus tetap terbuka bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Selain pembenahan internal, Brian mendorong UHO agar memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan Sulawesi Tenggara dan kawasan timur Indonesia. Potensi daerah perlu menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran, penelitian, serta inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
Untuk itu, kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, masyarakat, industri, dan dunia usaha perlu diperluas. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan riset yang aplikatif, membuka peluang kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Brian menekankan, semangat Dikti Saintek Berdampak harus menjadi bagian dari arah pengembangan UHO. Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah atau pencapaian akademik, tetapi harus menghasilkan solusi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di sisi lain, Mendiktisaintek mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan kampus setelah proses pemilihan rektor berakhir. Seluruh sivitas akademika diharapkan mengesampingkan perbedaan pilihan dan kembali bersatu untuk mendukung kemajuan universitas.
āKampus bukanlah ajang kontestasi politik. Tetapi kampus adalah kebersamaan secara akademik, riset, dan inovasi,ā tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa dinamika pemilihan rektor tidak seharusnya berlanjut menjadi perpecahan di lingkungan kampus. Sebaliknya, seluruh elemen UHO perlu membangun komunikasi yang terbuka, menjaga integritas, dan menjadikan aspirasi dosen, mahasiswa, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari pertimbangan dalam menentukan kebijakan.
Brian juga menyoroti tantangan perguruan tinggi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. UHO diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori dan keahlian akademik, tetapi juga adaptif, mampu berkolaborasi, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.
Penguatan kualitas pembelajaran, riset yang relevan, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman dinilai penting untuk meningkatkan daya saing lulusan. Kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha juga diperlukan agar kompetensi lulusan semakin selaras dengan kebutuhan lapangan kerja.
Prof. Takdir Saili sebelumnya meraih suara terbanyak dalam pemilihan rektor UHO. Ia unggul dari dua kandidat lainnya, yakni Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., dan Dr. Herman, S.H., LL.M., CPM.
Pelantikannya menjadi awal kepemimpinan baru di Kampus Hijau dengan harapan UHO semakin unggul dalam bidang pendidikan dan penelitian, sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan daerah.
Tantangan Prof. Takdir Saili ke depan bukan hanya mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga merawat persatuan sivitas akademika dan memastikan hasil pengembangan ilmu pengetahuan di UHO mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara serta Indonesia.
Reporter: Septiana Syam







