Politik

Dua Lembaga Survei Unggulkan Surunuddin – Rasyid Menangkan Pilkada Konsel 2020

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dua lembaga survei, Parameter Publik Indonesia (PPI) dan The Haluoleo Institute (THI), masing – masing telah merilis hasil surveinya menjelang Pilkada Konawe Selatan (Konsel) 2020.

Dari hasil survei yang dilakukan di waktu yang berbeda, PPI dan THI masih mengunggulkan pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati, Konawe Selatan (Konsel), Surunuddin Dangga – Rasyid untuk kembali memenangkan kontestasi lima tahun itu.

Barometer ke dua lembaga survei tersebut lebih mengunggulkan pasangan petahana dibandingkan pasangan Rusmin Abdul Gani – Senawan Silondae dan Muhamad Endang SA – Wahyu Ade Pratama Imran karena selih elektabilitas yang terpaut jauh.

Direktur Eksekutif PPI, RAS MD merilis hasil temuannya di lapangan pada 26 November 2020 lalu, menunjukan elektabilitas Surunuddin – Rasyid menjelang hari “H” berada di angka 56,4 persen.

Sementara Muhamad Endang SA – Wahyu Ade Pratama Imran 16,5 persen, dan Rusmin Abdul Gani – Senawan Silondae 11,3 persen, yang masih merahasiakan, belum memilih, tidak tahu, dan tidak jawab itu 15,8 persen.

Untuk hasil survei THI yang dirilis oleh di Direktur Eksekutifnya, Naslim Sarlito Alimin pada 1 Desember 2020 kemarin, memperlihatkan bahwa elektabilitas Paslon nomor urut dua (2) ini masih yang tertinggi dari dua penantangnya yakni 61,1 persen.

Paslon nomor urut tiga (3) Muhamad Endang SA – Wahyu Ade Pratama Imran berada di angka 14,8 persen, lalu Paslon nomor urut satu (1) Rusmin Abdul Gani – Senawan Silondae hanya berada di angka 13,2 persen.

Variabel di atas tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misal keberhasilan Surunuddin Dangga memimpin Konsel di periode pertamanya (2016-2021).

Kebehasilan itu di nilai dari ia membangun infrastruktur fisik, penyelenggaraan pendidikan, kesehatan, serta penanganan wabah COVID-19.

Untuk diketahui, PPI melakukan survei mulai tanggal 17 – 22 November 2020, dengan 1000 responden/masyarakat di 25 Kecamatan di Konsel.

Metode dilakukan yakni multi stage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuisioner.

Metode di atas sama yang digunakan oleh THI, hanya perbedaanya THI melakukan survei pada tanggal 23 – 27 November 2020, dengan 440 responden.

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button