Kesehatan

Plt Wali Kota Kendari Imbau Warga Ikut Imunisasi MR

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Polemik yang beredar di masyarakat terkait halal atau haramnya vaksin measless rubella (MR), mengundang kekhawatiran sebagian orang tua anak. Bahkan terdapat sekolah yang menolak imunisasi campak dan rubella, yang telah diprogramkan secara nasional oleh pemerintah.
Menyikapi hal tersebut, Plt Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengimbau kepada orang tua untuk mengimunisasi anaknya.
“Terkait halal atau tidaknya vaksin itu, kami dari Pemerintah Kota Kendari, tidak melarang dan kemudian memaksakan orang tua anak mengimunisasi anaknya, pilihannya diserahkan kepada masyarakat. Kami pada prinsipnya siap memfasilitasi masyarakat akan imunisasi itu,” imbuhnya.
Seperti diketahui, imunisasi campak dan rubella adalah upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella untuk sasaran bayi 9 bulan sampai anak usia 15 tahun.
Lebih lanjut politisi PKS itu meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap berbaik sangka terhadap gerakan nasional vaksin MR.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum mengingatkan, bahaya penyakit campak dan rubella jika tidak dicegah dengan imunisasi. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella, yang bisa menyebar kapan pun dan dimanapun.
“Kalau kena rubella cacatnya luar biasa, si penderita bisa mengalami kebutaan, ketulian, bahkan bisa berakibat pada kematian,” jelasnya.
Rahminingrum menekankan pentingnya imunisasi sebagai antibodi dan proteksi dari penyakit.
Sementara itu, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kota Kendari, Samsul Bahri mengatakan, imunisasi merupakan suatu cara untuk melindungi tubuh dari bahaya.
Imunisasi memanfaatkan mekanisme pertahanan alami tubih, yaitu sistem imun atau sistem kekebalan tubuh untuj membentuk pertahanan spesifik dalam melawan infeksi virus.
“Jadi Ketika anak diimunisasi, tubuh anak dimasukkan vaksin. Kemudian tubuh akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama seperti tubuh sedang terkena penyakit. Saat membentuk respon imun setelah diimunisasi inilah, tubuh memberikan respon seperti demam, gatal dan nyeri pada bekas suntikan. Tubuh membentuk sistem kekebalan tubuh baru gabungan dari vaksin imunisasi dan dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat,” paparnya.
Reporter: Ningsih
Editor: Ann

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button