Metro Kendari

Polemik Internal Jelang Pilwali Kendari, Sahabuddin Tekankan Golkar Partai Terbuka

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD II Partai Golkar Kota Kendari, Sahabuddin angkat bicara soal polemik internal jelang Pemilihan Wali (Pilwali) 2024 mendatang.

Dikatakannya, dinamika yang terjadi internal Partai Golkar sudah menjadi hal biasa, ketika menjelang momen-momen politik baik Pilcaleg, Pilkada maupun Pilpres.

“Polemik di Golkar sudah hal yang lumrah. Seperti polemik dukungan Pimpinan Kecamatan (PK) terhadap kader partai yang bakal maju di Pilwali,” ucap dia, Jumat (5/11/2021).

Menurut dia, karena Golkar adalah partai terbuka, maka dalam mengahadapi momen politik bukan hanya kader saja, tetapi non kader juga berhak menggunakan Partai Golkar sebagai kendaraan politiknya.

Meski demikian, kata dia, baik kader maupun non kader harus tetap mengikuti proses atau aturan yang sudah ditetapkan oleh partai dalam petunjuk teknis (Juknis).

Proses perekrutan dimulai dari PK itu sendiri. Kemudian proses selanjutnya PK akan menyerahkan maksimal lima nama ke DPD II Partai Golkar Kendari.

Setelah itu, sesuai di Juknis sebelumnya DPD II akan meneruskan ke DPD I Partai Golkar Sultra yang nantinya diteruskan ke DPP dengan menyisahkan tiga nama calon.

“Keputusan akhir adalah di DPP yang akan menentukan siapa yang direkomendasikan untuk mengendarai Golkar maju di Pilwali 2024,” ujar Sahabuddin.

“Hanya kita belum tahu Juknis Pemilu 2024 nanti seperti apa. Kita masih menunggu Juknis dari DPP, tapi mungkin tidak jauh berbeda dengan Juknis Pemilu 2019,” sambungnya.

Makanya, ditekankannya bagi figur baik dari kader partai maupun non kader yang ingin berpartisipasi melalui Golkar, sepantasnya harus menjalin hubungan sejak dini kepada PK.

Disisi lain juga, ia harapkan PK se-Kota Kendari agar bisa memberikan masukan secara profesional ke DPD II menyangkut figur yang akan diusung.

Oleh karena itu, DPD II Partai Golkar Kendari membuka sebesar-besarnya ke seluruh PK untuk dapat melihat dan memilih berdasarkan rujukan hasil survei.

“Jadi bukan hanya satu nama. Tapi sebanyak-banyaknya untuk menjaring dan menyeleksi dan pada akhirnya akan mentok pada satu nama nantinya,” jelas Ketua Fraksi Golkar DPRD Kendari.

Sebab pada prinsipnya, walupun kader partai jika dia tidak mampu untuk berkontribusi pada partai untuk apa diberikan rekomendasi.

“Dan sebaliknya walaupun non kader jika punya sumbangih besar terhadap partai mari kita sukung sama-sama. Karena partai golkar adalah partai terbuka untuk semua. Intinya ikut mekanisme partai Golkar,” tukasnya.

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button