Metro Kendari

Ini Penjelasan Banyak KPM di Kendari Tidak Terdaftar sebagai Penerima BST

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap 12 dan 13 tahun 2021 telah disalurkan, namun ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) khususnya di Kota Kendari yang tidak terdaftar sebagai penerima.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan, akan melakukan konfirmasi ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial dengan memverifikasi daftar nama yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.

“Kami akan mengonfirmasi dengan pemerintah pusat terkait siapa saja yang tidak terdaftar, apa yang menjadi penyebabnya apakah hanya karena administrasi atau sudah dipenuhi oleh yang bersangkutan sehingga prosesnya seperti itu,” ujarnya.

Sementara Kabid Fakir Miskin Dinsos Kota Kendari, Izhak Bulo mengatakan, untuk kuota Kota Kendari yang mendapatkan BST pada tahap 1 hingga 11 sebanyak 18 ribu sekian.

Namun, karena pergantian menteri, sehingga ada peraturan baru dengan harga data yang dimiliki KPM harus sesuai dengan data di capil, sehingga KPM di Kota Kendari terjadi penurunan.

“Jadi ini yang menjadi dilema karena nama-nama yang hilang itu lumayan banyak yang mana pada tahap pertama hingga 11 itu sebanyak 18 ribu menjadi 10 ribu lebih sehingga sisa 7 ribuan dinyatakan tidak terdaftar namanya atau hilang,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/4/2021).

Izhak mengaku sudah melakukan verifikasi data yang layak dan yang tidak layak sampai dengan tanda tangan dari Wali Kota Kendari, namun dalam pengiriman data, justru kementerian mengambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kalau memang bansos mau begini, kenapa tidak ambil saja data dari DTKS sekalian, khususnya di Kota Kendari lumayan dengan kurang lebih 113 ribu jiwa, kalau bansos diambil dari situ saya rasa tidak masalah karena disitu sudah update datanya,” ujarnya.

Selain itu, ada beragam alasan penerima BST dicoret dari daftar, mulai dari perubahan data penerima yakni tidak update KK, NIK, ada beberapa KPM yang ganti kartu keluarga dengan mengganti nama.

Selanjutnya, warga dicoret dari penerima BST ketika mereka terdaftar sebagai penerima program keluarga harapan (PKH) atau bantuan pangan non-tunai (BPNT).

“Sehingga dari salah satu yang tidak lengkap datangnya dengan tidak dipenuhi, BLT-nya gagal atau namanya tidak terdaftar sebagai penerima,” ungkapanya.

Salah satu warga Jalan Lumba-lumba, Wa Ene, mengaku kecewa dengan penyaluran kali ini, karena dalam daftar penerima tidak terdaftar namanya.

Sebelumnya, warga ini dari penyaluran tahap pertama hingga tahab 11 terus mendapatkan BST. Namun pada tahap 12 dan 13 ia tidak terdaftar sebagai penerima.

“Sejak awal saya datang sampai sekarang pukul 11.14 WITA, saya tidak dipanggil-panggil namaku sementara sudah dari pagi saya mengantri. Setelah saya bertanya di depan kenapa tidak ada namaku padahal petugasnya bilang namaku tidak terdaftar dalam penerima,” ungkapnya, kemarin, Rabu (14/4/2021).

Reporter: Sesra
Editor: J. Saki

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button