DPRD Gelar RDP bahasa polemik pemilihan RT/RW di Abeli Dalam. Foto: Septiana Syam/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM– Komisi I DPRD Kota Kendari turun tangan menyikapi keresahan warga Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puwatu, terkait polemik pemilihan RT dan RW. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin langsung Ketua Komisi I, Zulham Damu ini mempertemukan masyarakat dengan pihak pemerintah kota untuk mencari solusi bersama.
RDP ini berlangsung di ruang rapat DPRD Kendari itu menghadirkan Asisten I Setda Kota Kendari, Kepala BKPSDM, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, Camat Puwatu, hingga Lurah Abeli Dalam. Hadir pula anggota Sekretaris Komisi I DPRD Kendari, Laode Abdul Arman, serta anggota lainnya yakni Nasaruddin Saud dan Jumran.
Berdasarkan rapat tersebut, diduga adanya ketidaksesuaian prosedur pemilihan RT/RW, sehingga dinilai dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, sekaligus menuntut adanya perbaikan agar proses pemilihan berjalan transparan, adil, dan sesuai aturan. Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Zulham Damu, menegaskan, pentingnya langkah konkret dari semua pihak.
“Sosialisasi tata cara pemilihan RT/RW harus digencarkan, dan setiap tahapan wajib dituangkan dalam berita acara. Itu penting untuk menciptakan transparansi sekaligus akuntabilitas,” tegas Zulham Selasa (09/09/2025) sore.
Ia juga mendorong adanya koordinasi lintas pihak sebelum dan saat pemilihan berlangsung. Menurutnya, komunikasi yang intensif akan meminimalisir kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat.
Tak hanya memberikan rekomendasi teknis, Zulham juga mengajak masyarakat Abeli Dalam tetap menjaga kondusifitas lingkungan.
“Mari kedepankan musyawarah mufakat. Dengan begitu, masalah ini bisa diselesaikan secara damai dan wilayah tetap harmonis,” ujarnya.
Komisi I memastikan akan terus mengawal penyelesaian persoalan ini, bahkan siap memfasilitasi mediasi lanjutan jika dibutuhkan. Harapannya, pemilihan RT/RW di Abeli Dalam ke depan benar-benar mencerminkan prinsip demokratis serta aspirasi warga. (bds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.