Metro Kendari

Dinkes Kendari Kelola Dana Rp15 Miliar Benahi Puskesmas

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM-Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir meresmikan penggunaan gedung baru Puskesmas Jati Raya, dan rehabilitasi 5 puskesmas lain di Kota Kendari, Senin (22/4/2019).

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, hadirnya Puskesmas Jati Raya diharapkan bisa memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat, serta bisa menjadi garda terdepan dalam peningkatan derajat kesehatan dan derajat lingkungan.

“Saya minta puskesmas membangun sinergi dengan stakeholder agar perannya bisa terasa dimasyarakat dan dapat menghasilkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” ungkapnya.

[artikel number=3 tag=”peresmian,puskesmas,” ]

Sedangkan penerapan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (Sikda) Generik di puskesmas kata wali kota, untuk memastikan pelayanan di puskesmas tidak lagi berbasis manual, agar pelayanan kepada pasien bisa lebih baik.

“Meskipun baru 13 puskesmas yang menerapkan aplikasi ini, tapi secara bertahap akan terus kita perbaiki, agar pasien yang berobat tidak lagi tertanggu hanya alasan administrasi. Kedepannya sistem ini bisa terhubung dengan BPJS dan rumah sakit di Kota Kendari,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahmi Ningrum menjelaskan, tahun 2018 Dinas Kesehatan mendapat alokasi anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Kota Kendari untuk pembangunan Puskesmas Jati Raya dan rehabilitasi Puskesmas Poasia, Lepolepo, Puuwatu, Wuawua dan Nambo.

“Relokasi Puskesmas Jati Raya sebesar 5,9 miliar, rehab puskesmas Lepo-lepo Rp3,7 miliar, rehab Puskesmas Poasia Rp2,3 miliar, rehab gedung Puskesmas Puwatu Rp1,9 miliar, rehab Puskesmas Wua-wua Rp543 juta, rehab gedung dan pagar Puskesmas Nambo Rp620 juta ” ungkapnya.

Tahun 2018 Dinkes Kota Kendari juga dapat alokasi anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk pengadaan 15 paket perangkat komputer berasal dari DAK. Serta dana sebesar Rp50 juta lebih untuk peningkatan kapasitas pengelola Sikda bersumber dari APBD Kota Kendari.

“Dari 15 puskesmas yang ada pak, baru 13 yang beroperasi karena Nambo dan Labibia belum ada jaringan,” jelasnya.

Reporter: Endah Novita Sari
Editor: Sumarlin

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button