Metro Kendari

Air Sungai Wanggu Surut, Warga Masih Takut Pulang

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Luapan Sungai Wanggu yang menyebabkan banjir di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Kambu, Kota Kendari mulai surut, namun warga masih di tenda pengungsian. Mereka khawatir pulang karena takut terjadi banjir susulan.

Salah satunya warga yang mengungsi, Mega (45), mengungkapkan ia dan keluarganya sudah tiga malam mengungsi di tenda pengungsian dan masih khawatir kembali kerumahnya karena takut sungai kembali meluap.

Katanya, kebiasaan sebelumnya apabila sungai mulai surut setelah kembali ke rumah, tiba-tiba air Sungai Wanggu kembali naik.

“Kadang kalau kita turun satu, dua hari kemudian, air naik kembali jadi lebih baik kita tetap ditenda dulu sementara, nantinya sudah sampai dua atau tiga hari tidak hujan lagi baru kami akan turun kerumah,” ucapnya saat ditemui di tempat pengungsian, Jumat (2/7/2021).

Hal senada disampaikan, Waode Mahafia (55). Ia juga mengaku masih khawatir untuk kembali kerumahnya karena pertimbangan rumahnya masih berantakan akibat banjir dan kondisi cuaca belum normal.

“Belum kembali kasihan, karena rumah kami masih basah juga belum siap untuk dihuni dan kami juga sudah mulai membersihkan,” ucapnya.

Dari pantauan Media, beberapa warga sudah mulai membersihkan rumahnya dari sisa endapan lumpur.

Melihat kondisi sungai yang sudah mulai surut, Lurah Lepo-lepo, Ridlan Nurung, masih belum membolehkan warga yang terdampak banjir kembali ke rumahnya masing-masing.

“Meskipun sungai mulai surut, kami belum bolehkan warga untuk menginap kerumahnya karena kami khawatir jangan sampai masuk angin atau ada binatang-binatang yang masuk dalam rumah yang menganggu mereka,” ujarnya.

Katanya, ada tiga warga yang terdampak dengan Jumlah 78 KK masih sementara mengungsi pada 15 tenda yang disiapkan Dinsos kota dan provinsi, termasuk dari BPBD Kota Kendari.

Selain itu, pihaknya menjelaskan, kondisi RT 14 mengalami persoalan banjir karena ada pintu air yang rusak, sehingga volume air dari anak sungai masuk dalam Sungai Wanggu hingga meluap.

“Kalau pintu air Maksimal berfungsi, tidak ada masuk air, kalau RT 12 memang kondisi tanggul belum ada,” ucapnya.

Rencana pembangunan, pihaknya mengusulkan kepada Anggota DPRD Kota Kendari terkait penanggulan bantaran sungai

Begitu juga dengan warga setempat akan melakukan koordinasi dengan instansi yang menangani pintu air di Sungai Wanggu.

Reporter: Sesra
Editor: Via

Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button