Kampus

Tepis Isu Miring, BEM STMIK Bina Bangsa Kendari Imbau Mahasiswa Tidak Terprovokasi

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Adanya pesan yang beredar di media sosial terkait seruan penutupan kampus STMIK Bina Bangsa Kendari dari AP2 dan KNPI Perjuangan, mendapat respon dari BEM STMIK Bina Bangsa Kendari. Presiden Mahasiswa STMIK Bina Bangsa Kendari, Aldi Lamoito mengimbau kepada seluruh mahasiswa baik itu secara internal maupun eksternal untuk tidak terprovokasi dan fokus kepada proses perkuliahan di kampus.

Aldi Lamoito juga mengecam serta mengutarakan kekecewaannya kepada LSM dengan gerakan-gerakan jalanan. karena dirinya dan mahasiswa lainnya juga yang sebagai aktivis masih berpikir panjang untuk melakukan demontrasi serta mempertimbangkan progres birokrat yang tidak tinggal diam, dan masif ditindaklanjuti sampai sekarang

“Kami berharap kepada teman-teman aktivis untuk lebih paham terkait konstalasi sesama aktivis untuk saling menjaga, bukan saling menjatuhkan yang berakibat menimbulkan konflik horizontal di kalangan lembaga. Kami juga berharap agar tidak ada lagi isu yang digiring untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.

Ia sangat menyayangkan adanya pesan di media sosial, karna kampus STMIK Bina Bangsa Kendari tidak pernah anti kritik sebagai institusi.

“Kami rasa tuntutan pada flyer itu hanya memperkeruh dalam progres birokrasi dalam percepatan wisuda, apalagi dalam point tuntutan ada subtansi yang merujuk pada ancaman penutupan secara serius,” tuturnya.

Aldi menerangkan dalam beberapa tahun terakhir ini dirinya merasa pihak birokrat masih berupaya dengan semaksimal mungkin terkait progres percepatan wisuda di L2DIKTI.

“Tentu hal tersebut sudah menjadi tugas moril kami sebagai mahasiswa STMIK Bina Bangsa Kendari untuk memberikan dukungan kepada pihak yayasan dan birokrasi dalam mengevaluasi secara intens progres wisuda ini, tetapi tidak dengan cara-cara demontrasi yang saya rasa hanya memperkeruh jalan nya mekanisme pengurusan wisuda,” pungkasnya.

Diketahui dalam pesan yang beredar
di media sosial, KNPI Perjuangan membuat aksi terkait dugaan jual beli ijazah di kampus STMIK Bina Bangsa Kendari serta meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi RI untuk mencabut izin kampus STMIK Bina Bangsa Kendari yang tidak pernah melakukan wisuda selama beberapa tahun terakhir. (bds)

 

Reporter: Septi Syam
Editor: Wulan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button