Hukum

Pospera Desak Kapolda Sultra Usut Kasus Pembacokan Mahasiswa

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) mengutuk keras kejadian pembacokan yang menimpa seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan UHO, Muhammad Iksan(23).

Ketua DPD Pospera, Hartono, mendesak Kapolda Sultra mengusut tuntas kasus pembacokan yang kronologisnya terjadi usai berdemo soal penolakan tambang di Konawe Utara, Kamis kemarin.

Hartono menduga, ada korelasi isu penolakan tambang yang disuarakan mahasiswa dengan insiden pembacokan ini.

Faktanya ternyata, instruksi penertiban tambang bermasalah oleh gubernur melalui Dinas ESDM provinsi, tak berjalan efektif, karena masih memunculkan riak penolakan mahasiswa.

“Pasalnya bahwa dengan masih munculnya protes mahasiswa terhadap aktivitas dua perusahaan tambang yang beroperasi di Konawe Utara, menunjukkan bahwa penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral terhadap beberapa perusahaan tambang nikel bermasalah yang begitu gencar beberapa bulan lalu, nampaknya belum berjalan efektif dan terkesan tidak sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Oleh karena itu, DPD Pospera bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pospera mengimbau pihak Kepolisian agar menuntaskan kasus tersebut secara transparan dan profesional.

Tidak hanya pada pengungkapan pelaku pembacokan, tetapi juga pada tambang yang diduga kuat melakukan aktivitas yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Kabupaten Konawe Utara.

BACA JUGA :

“Sebagaimana kami harapkan agar pelaku cepat tertangkap, begitu pula dengan apa yang disuarakan korban dan teman-temannya perihal aktifitas tambang yang menyalahi aturan harus segera diusut oleh pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Sultra,” paparnya.

Tambahnya bahwa hal tersebut diharapkan bisa menjadi pintu masuk bagi pemerintah daerah Sultra dan aparat penegak hukum untuk memeriksa dan menertibkan seluruh perusahaan tambang nikel yang beraktifitas di Sultra.

Sebab diduga masih banyak usaha tambang cacat administrasi dan masih leluasa beroperasi di Sultra.

“Seluruh tambang yang ada jelas harus ditertibkan. Selain itu kami juga menghimbau kepada Polda Sultra agar memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban dan keluarganya,” tandasnya.

Reporter: Gery
Editor: Dahlan

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button